Trending

Konflik China dan India di perbatasan kian memanas, bakal perang?

Konflik antara India dan China di perbatasan Pegunungan Himalaya kian memanas. Sejumlah media di India melaporkan, akibat dari konflik ini telah menyebabkan 20 tentara India dan 43 tentara China tewas. Bahkan, Koresponden BBC bidang diplomatik, James Robbins, melaporkan bahwa aksi kekerasan antara militer India dan China di Himalaya sangat serius.

Dilansir dari BBC, pihak militer India mengungkapkan kematian tiga tentaranya, termasuk seorang perwira berpangkat kolonel yang tewas dalam insiden bentrokan di wilayah sengketa, Ladakh. Namun tak lama setelah kejadian, pihak India menegaskan bentrokan di Ladakh tersebut telah usai.

Baca juga: Terungkap, mantan penasehat sebut Trump minta bantuan China untuk menang Pilpres

Meski menyebabkan tewasnya sejumlah tentara, kedua negara sama-sama mengklaim tidak terjadi baku tembak selama empat dekade terakhir. Sejumlah pihak melapor, peristiwa bentrokan tersebut hanya menggunakan pentungan dan batu. Seperti yang dilaporkan oleh media India, penyebab tewasnya serdadu mereka karena faktor dipukuli hingga meninggal.

Tewasnya sejumlah tentara India ini diyakini sebagai korban tewas pertama dalam konfrontasi kedua negara selama beberapa dekade atau tepatnya 40 tahun terakhir.

Bahkan Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian, menganggap bahwa tentara India sebagai pihak yang memicu konflik dengan melintasi perbatasan,

“Memprovokasi dan menyerang personel China, menyebabkan konfrontasi fisik yang serius antara pasukan perbatasan di kedua pihak,” ungkapnya.

Tentara China dan India. Foto: Asiatimes
Tentara China dan India. Foto: Asiatimes

Menanggai hal itu, berdasarkan laporan Economic Times, Perdana Menteri (PM) India Narendar Modi memerintahkan kepada militer India untuk melakukan perekrutan darurat untuk menambah cadangan pasukannya. Dengan demikian, PM Modi memberikan kewenangan bagi Kepala Staf Pertahanan India Jenderal Bipin Rawat untuk berkoordinasi dengan tiga angkatan dan memprioritaskan perekrutan jika memang diperlukan.

Pihak militer India telah bersiaga di sejumlah perbatasan dengan mengerahkan kapal perangnya di Selat Malaka. Sementara itu, mesin perang milik Angkata Udara juga telah digeser mendekati perbatasan China.

Sejarah pertikaian kedua negara

Luas perbatasan yang bersandingan langsung dan memanjang hingga lebih dari 3.440 kilometer membuat India dan China saling klaim wilayah teritorialnya. Dilansir dari BBC, pada tahun 1950, China pernah menolak untuk mengakui perbatasan kedua negara yang ditentukan berdasarkan kedudukan Inggris di India. Dua belas tahun berselang, keduanya pernah berperang, hasilnya China tampil sebagai pemenang.

Tentara India dan China di perbatasan. Foto: The Diplomat
Tentara India dan China di perbatasan. Foto: The Diplomat

Meski kalah, India tetap menuduh China yang telah mengambil wilayahnya di lembah Galwan seluas 38.000 kilometer persegi. Wilayah tersebut menjadi tempat keduanya bertikai saat ini.

Hingga saat ini keduanya masih tak seragam terkait pandangan kedua belah pihak terhadap garis perbatasan. Pasalnya Garis Kendali Aktual (LAC) di Ladakh diketahui memiliki penanda perbatasan yang tidak jelas karena hanya berpatokan dengan sungai, danau, maupun punvak salju. Patokan perbatasan berdasarkan alam semacam ini, dinilia kurang efektif karean sewaktu-waktu garis perbatasan dapat bergeser sehingga memicu pertikaian kembali. (hsp)

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close