Trending

PDIP diujung konflik, pengamat sebut obatnya Megawati lakukan ini

Jelang pilpres 2024 mendarang, PDIP justru tengah menjadi sorotan karena rentan dengan konflik atas posisi Ketua Umum Megawati maupun Capres yang akan diusung dalam pemilu mendatang.

Khusus untuk penggantian Ketua Umum bahkan disebut pengamat sangat rawan terhadap konflik jika posisi Ketum PDIP tidak segera ditentukan. Salah satu risiko yang akan dihadapi oleh PDIP yakni konflik internal.

Hal tersebut diungkap Direktur Gerakan perubahan Muslim Arbi, dimana Ketua Umum Megawati sudah harus menyiapkan penggantinya sebagai ketua Umum PDIP. Namun langkah tersebut harus melihat kondisi.

Megawati Soekarnoputri. Foto: Antara
Megawati Soekarnoputri. Foto: Antara

Demikian saran yang disampaikan Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (15/9).

“Saat sehat Mba Mega harus segera siapkan pengganti,” kata Muslim.

Karena menurut Muslim, jika tidak segera dilakukan, maka akan berbahaya bagi PDIP sendiri menjelang Pilpres 2024.

“Bila tidak, jika sesuatu terjadi di luar dugaan dan rencana. Misal, maaf mendadak Mba wafat. Ini berbahaya bagi PDIP itu sendiri,” kata Muslim.

Dengan demikian kata Muslim, Megawati disarankan untuk segera menentukan siapakah penggantinya serta siapa sosok yang akan diusung PDIP pada Pilpres nanti.

“PDIP akan retak dan lemah. Jadi diperlukan keputusan cepat dan segera. Termasuk persiapkan Capres,” pungkas Muslim.

Megawati Soekarnoputri
Megawati Soekarnoputri. Foto Instagram @presidenmegawati

Megawati PDIP hindari konflik

Apabila kita berbicara soal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tentu identik dengan Ketua Umum yang menjabat sejak tahun 1999 silam sekaligus pendirinya, yakni Megawati Seokarnoputri.

Kendati begitu, Pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga menilai ada sejumlah tokoh keturunan Soekarno yang siap menggantikan Megawati sebagai Ketua Umum (Ketum) PDIP.

Menurut Jamiluddin, regenerasi total pada partai berlambang kepala banteng itu bakal terjadi tiga tahun mendatang, atau tepatnya pada tahun 2024 nanti.

Kalaupun terjadi, kata Jamiluddin, sosok yang bakal jadi Ketua Umum PDIP pengganti Megawati tetaplah masih satu darah keturunan yang berasal dari ayahnya, Soekarno.

Bendera PDIP. Foto: Antara
Bendera PDIP. Foto: Antara

Hanya saja prediksi tersebut bakal berlaku kalau Megawati masih jadi orang nomor satu di PDIP sampai 2024 mendatang.

“Kalau pun terjadi regenerasi, pengganti Mega diperkirakan tetap dari trah Soekarno. Tentu perkiraan ini akan terjadi bila Mega masih memimpin PDIP hingga 2024,” ujar Jamilludin mengutip dari Genpi pada Senin, 22 Maret 2021.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close