Trending

Korea Utara sebut reaksi Amerika lebay soal uji coba rudal: Itu kegiatan normal

Korea Utara mengatakan bahwa Amerika Serikat (AS) mengeluarkan reaksi yang lebay alias berlebihan terhadap uji coba rudal yang baru-baru ini mereka lakukan. Korea Utara juga mempertanyakan ketulusan AS untuk mengajak dialog soal perdamaian, seraya menuduh bahwa Washington menjalankan kebijakan standar ganda atas pengembangan senjata.

Pyongyang telah berulang kali mengatakan bahwa mereka melakukan uji coba rudal semata bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pertahanannya seperti yang dilakukan negara-negara lain.

Muslima Fest

Seorang Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Korea Utara yang tidak disebutkan namanya mengatakan, uji coba rudal balistik dari kapal selam yang terakhir dilakukan Korea Utara adalah kegiatan normal negara tersebut untuk melaksanakan rencana pertahanan jangka menengah dan panjangnya. Korea Utara juga mengatakan uji coba tersebut tidak ditujukan ke Amerika Serikat atau negara lain.

Rudal anti-pesawat milik Korea Utara yang baru saja diujicoba pada 30 September 2021. Foto: KCNA via China Daily
Rudal anti-pesawat milik Korea Utara yang baru saja diujicoba pada 30 September 2021. Foto: KCNA via China Daily

“Uji coba rudal balistik dari kapal selam adalah kegiatan normal untuk melaksanakan rencana pertahanan jangka panjang dan menengah,” katanya.

Melansir Reuters, 21 Oktober 2021, Juru Bicara itu juga mengatakan bahwa Amerika Serikat telah mengambil langkah yang sangat provokatif dengan menyerukan pertemuan Dewan Keamanan PBB. Seperti diketahui, Dewan Keamanan PBB melakukan pertemuan pada hari Rabu lalu menyusul permintaan dari AS.

Duta Besar AS untuk PBB, Linda Thomas-Greenfield mendesak Pyongyang untuk mematuhi sanksi PBB yang melarang melakukan uji coba nuklir dan rudal serta mau menerima pembicaraan. Linda juga menegaskan bahwa Washington sebenarnya tidak memiliki kebijakan ‘bermusuhan’ seperti yang selama ini dituduhkan oleh Korut.

“Sudah waktunya untuk terlibat dalam dialog yang berkelanjutan dan substantif menuju tujuan denuklirisasi penuh di Semenanjung Korea,” ujar Linda.

Bendera Korea Utara. Foto: SCMP
Bendera Korea Utara. Foto: SCMP

Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Korea Utara mengatakan standar ganda AS atas pengembangan rudal menimbulkan keraguan atas tawarannya.

“Mengkritik Korea Utara karena mengembangkan dan menguji coba sistem senjata yang sama seperti yang dimiliki atau dikembangkan AS adalah ekspresi yang jelas dari standar ganda,” katanya dilaporkan kantor berita KCNA.

“Itu hanya menimbulkan kecurigaan kami tentang keaslian pernyataan yang menyebut tidak ingin memusuhi Korea Utara,” tambahnya.

Dia juga memperingatkan bahwa setiap perilaku yang salah oleh AS dapat menyebabkan konsekuensi yang lebih serius.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close