Trending

Korea Utara super genting gara-gara satu pembelot mudik, fakta-faktanya begini

Gara-gara pembelot mudik ke Korea Utara, negeri Kim Jong Un menetapkan Korea Utara jadi super genting. Sebabnya sang pembelot itu kembali ke Korea Utara dengan gejala Covid-19.

Dalam rapat darurat politbiro Partai Buruh pada akhir pekan lalu, pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un menetapkan kondisi negara darurat. Malahan Kim Jong Un mengatakan situasi Korea Utara saat ini pada super genting. Nah bagaimana fakta-faktanya?

Baca juga: Wah Sandiaga Uno resmi sandang gelar doktor cum laude, IPK 4.0

Baca Lainnya

  • Pembelot mudik

    Kim Jong Un dan militer Korea Utara
    Kim Jong Un dan militer Korea Utara. Foto dokumen knca.kp

    Menurut informasi kantor berita Korea Utara, Korean Central News Agency, dikutip Arirang, Senin 27 Juli 2020, pembelot Korea Utara pulang kembali setelah secara ilegal masuk tanpa izin Zona Demarkasi Militer ke Gaeseong, Korea Utara pada 19 Juli 2020.

    Sang pembelot kembali ke Korea Utara setelah lari ke Korea Selatan pada tiga tahun silam.

    Pembelot terlibat pelecehan

    Menurut berita yang tersiar dari media Korea Selatan, pembelot berusia 24 tahun itu kembali ke kampung halaman lantaran terseret dalam penyelidikan kasus dugaan pelecehan di Korea Selatan.

    Media Korsel menginformasikan, pembelot Korut itu sudah menjalani berbagai pengecekan kesehatan mulai dari tes organ pernapasan atas, cek darah dan lainnya. Hasil tes menunjukkan yang mana dikategorikan sebagai suspek Covid-19.

    Suspek sang pembelot tersebut menjadikan itu sebagai kasus Covid-19 pertama di Korea Utara.

    Otoritas Korea Utara langsung mengarantina sang pembelot bersama dengan orang-orang yang kontak dengannya selama 5 hari di Gaesong. Kota di Korea Utara ini pun terpaksa di-lockdown pada Jumat pekan lalu selepas Kim Jong Un mengumumkan status darurat Korea Utara akibat kasus Covid-19 tersebut.

    Perintah Kim Jong Un

    Kim Jong Un Foto: New York post

    Dalam rapat darurat politbiro akhir pekan lalu, Kim Jong Un memerintahkan penyelidikan bagaimana bisa pembelot itu melintasi batas negara Korea dan mengancam akan menghukum siapa pun yang terlibat meloloskan sang pembelot tersebut masuk ke Korea Utara.

    Sejak akhir Januari lalu, Korea Utara menutup perbatasan negara mereka untuk mencegah penularan Covid-19. Sebelum adanya kasus suspek itu, Korea Utara mengklaim negerinya masih bersih alias zero Covid-19. Pemerintah Korea Utara memerintahkan warganya untuk selalu memakai masker dan menjalankan jaga jarak ketat untuk mencegah penularan.

    Nyatakan darurat

    Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengelar pertemuan darurat politbiro setelah seseorang yang dicurigai membawa virus corona kembali dari Korea Selatan usai menyeberangi perbatasan secara ilegal Juli ini, menurut media pemerintah, Minggu.

    Sebelumnya Kim Jong Un mengatakan, jika terkonfirmasi, maka kasus itu akan menjadi yang pertama diakui secara resmi oleh otoritas Korea Utara, yang sejauh ini mengklaim tidak ada pengidap Covid-19 di negara itu.

    Kim menyatakan status darurat dan memberlakukan penguncian di kota perbatasan Kaesong, menyebutnya sebagai “situasi genting di mana virus ganas dapat dikatakan telah memasuki negara tersebut”, seperti dilansir KCNA, dikutip Antara.

    KCNA melaporkan seseorang yang membelot ke Korsel tiga tahun lalu kembali menyeberangi perbatasan, yang memisahkan dua Korea, dengan gejala mirip Covid-19.

    “Peristiwa darurat terjadi di Kota Kaesong, di mana seseorang yang kabur ke Korsel tiga tahun lalu, yang diduga terinfeksi virus ganas kembali pada 19 Juli setelah secara ilegal melewati garis demarkasi,” kata KCNA.

    loading...
    Topik

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Back to top button
    Close