Trending

Korut mau kok akhiri Perang Korea, asal Korsel penuhi syarat ini dulu

Korea Utara dan Korea Selatan hingga detik ini secara teknis masih perang. Pasalnya setelah konflik 1950-1953 silam, kedua negara hanya berakhir dengan gencatan senjata, bukan perjanjian perdamaian. Dewasa ini, seruan untuk mengakhiri perang tersebut pun mulai sering digaungkan.

Kedua negara tak jarang menyatakan keinginannya untuk damai atau bersatu. Terbaru, Korea Utara mengaku siap untuk mengadakan pertemuan puncak baru dengan saudaranya di selatan untuk menyepakati perjanjian damai untuk secara resmi mengakhiri Perang Korea 1950-1953.

Hal itu disampaikan oleh adik Kim Jong Un, Kim Yo Jong. Dia mengatakan, Korea Utara siap membicarakan perjanjian damai dengan Korea Selatan, asal Korsel memiliki sikap menghormati dan tidak berpihak dengan manapun.

“Saya pikir hanya ketika ketidakberpihakan dan sikap saling menghormati dapat dipertahankan, maka akan ada kesepahaman yang lancar antara utara dan selatan,” kata Kim Yo Jong disitat Sputnik, Minggu 26 September 2021.

Yo Jong menambahkan bahwa penduduk dari kedua negara memang memiliki keinginan yang sama untuk perdamaian.

Kim Yo Jong
Kim Yo Jong. Foto: Instagram.

“Saya merasa bahwa suasana publik Korea Selatan yang ingin memulihkan hubungan antar-Korea dari kebuntuan dan mencapai stabilitas damai sesegera mungkin sangat kuat. Kami juga memiliki keinginan yang sama,” ujar Kim Yo Jong.

Pernyataan Kim Yo Jong itu disebut lebih ‘adem’ dibanding yang terlontar dari mulutnya pada hari Jumat lalu, ketika dia mengecam kesepakatan ganda Seoul.

“Yang perlu dihilangkan adalah sikap berbelit-belit, prasangka tidak logis, kebiasaan buruk dan sikap bermusuhan yang membenarkan tindakan mereka sendiri, sambil menyalahkan hak membela diri kami yang kami lakukan secara adil. Hanya ketika prasyarat seperti itu terpenuhi, maka mungkin untuk kita duduk berhadapan dan menyatakan penghentian perang yang signifikan,” ujar Yo Jong kala itu.

Keinginan damai kedua penduduk negara Semenajung Korea itu nampaknya memang kuat. Presiden Korea Selatan saat ini, Moon Jae In terpilih jadi pemimpin negara itu pada tahun 2017, salah satunya karena faktor dia memiliki janji untuk meningkatkan hubungan dengan Korea Utara dan kembali meningkatkan kerja sama ekonomi, serta pembukaan kembali perbatasan yang dijaga ketat.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close