Trending

Tewaskan ratusan ribu nyawa orang Afghanistan, Korut sebut AS lakukan pelanggaran HAM berat: Mereka harus diadili!

Pasukan Amerika Serikat (AS) terakhir meninggalkan Afghanistan pada 30 Agustus 2021 lalu, menandakan berakhirnya perang dan pendudukan negara tersebut atas Afghanistan setelah 20 tahun lamanya. Pemerintah Afghanistan yang pro-barat tiba-tiba runtuh di pertengahan Agustus, empat bulan setelah Washington dan sekutu NATO-nya mengumumkan bahwa mereka akan mundur, dan sepuluh hari setelah Taliban merebut kota besar pertamanya.

Negara yang selama ini dianggap sebagai musuh AS, Korea Utara (Korut) pun ikut menyoroti angkat kakinya Amerika dari Afghanistan. Korea Utara melalui Kementerian Luar Negerinya mengatakan, perang yang dipimpin AS di Afghanistan merupakan pelanggaran hak asasi manusia berat dan menimbulkan sejumlah kejahatan tidak manusiawi yang tidak boleh dibiarkan begitu saja.

“Pada saat ini, dunia mengangkat suara yang menuntut agar pasukan AS harus diadili dengan segala cara atas kekejaman pemusnahan massal yang dilakukan terhadap orang-orang yang tidak bersalah di negara tersebut (Afghanistan) dan bahwa penghakiman yang tegas harus dilakukan terhadap para penjahat,” kata kementerian disitat Sputnik, Rabu 15 September 2021.

Pasukan Amerika Serikat saat pendudukan di Afghanistan. Foto: France24
Pasukan Amerika Serikat saat pendudukan di Afghanistan. Foto: France24

Korut membuat pernyataan tersebut baru-baru ini seraya mengingat kembali pernyataan para pejabat di Iran dan China mengenai pendudukan AS dan kejahatan terhadap warga sipil, termasuk kematian dan cedera yang disebabkan oleh serangan pesawat tak berawak AS, dan sederet tindakan kekerasan lainnya.

“AS harus diadili dengan segala cara atas kejahatannya membunuh orang tak bersalah di berbagai belahan dunia di balik tabir ‘hakim HAM’,” tambah kementerian.

Negara yang berideologi Juche itu juga menyebut bahwa tempat manapun di dunia ini yang diduduki AS, maka akan menjadi tanah tandus untuk hak asasi manusia.

Korut: AS tidak meninggalkan apa-apa di Afghanistan selain kematian

Sebelumnya dalam pernyataan lain yang terkait dengan Afghanistan, Kementerian Luar Negeri Korea Utara pada awal bulan ini mengatakan, “banyak negara menunjukkan bahwa mereka adalah yang bertanggung jawab atas kejahatan terhadap kemanusiaan di Afghanistan”. Korut pun menuntut agar mereka dimintai pertanggungjawaban.

Pasukan Amerika Serikat di Afghanistan. Foto: VOI.
Pasukan Amerika Serikat di Afghanistan. Foto: VOI.

“AS dan sekutunya tidak meninggalkan warisan lain di Afghanistan selain kematian 241.000 orang, termasuk 7.792 anak-anak,” imbuh Korea Utara.

Kementerian tersebut juga dengan tegas mengatakan bahwa AS dan negara-negara barat yang selama ini menggaungkan perlindungan HAM, justru dengan tanpa ampun menginjak-injak hak untuk hidup, yang merupakan hak paling mendasar dalam hak asasi manusia.

Pernyataan Kementerian Luar Negeri itu muncul di tengah memburuknya hubungan antara Korea Utara dan Amerika Serikat. Seperti diketahui, beberapa waktu lalu Korut melakukan uji coba rudal jelajah jarak jauh. Hal itu kemudian membuat AS dan sekutunya di kawasan Asia Timur, Jepang dan Korea Selatan kalang kabut. Kemudian tak berapa lama, Korea Selatan juga melakukan uji coba misil balistik kapal selam mereka.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close