Trending

Kubu AHY sarankan Moeldoko jadi Cagub DKI, ini balasan panas Max Sopacua

Petinggi Partai Demokrat hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Max Sopacua menanggapi isu Moeldoko yang disarankan maju menjadi Cagub DKI Jakarta mendatang. Max menganggap saran itu tidak masuk akal.

Dia secara berang kemudian justru berbalik menyebut bahwa Agus Harimurti (AHY) lah yang lebih pantas menjadi cagub DKI. Kata Max, Moeldoko akan fokus membesarkan Demokrat ketika sudah memperoleh legalitas kepengurusan.

Setelah sah mendapat legalitas, Max menyampaikan partainya tetap membuka peluang bagi AHY jika ingin maju sebagai Cagub DKI menggunakan Demokrat yang dipimpin Moeldoko.

“Mas AHY calon Gubernur lebih tepat untuk menghapus kekecewaan 4 tahun lalu. Saya kan ikut kecewa karena ikut kampanye untuk Bro mayor AHY,” kata Max, dikutip Selasa 6 April 2021.

Max mengklaim AHY sebagai Cagub DKI Jakarta yang lebih potensial. Apalagi menurutnya, AHY mesti meneruskan ambisi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang sempat kandas di Pilgub sebelumnya karena dimenangkan Anies Baswedan. Karir AHY di dunia militer pun harus dipensiundinikan demi memenuhi syahwat politik SBY.

Max Sopacua
Max Sopacua memberikan keterangan sebelum dimulai KLB Foto: Antara

“Yang harus menjadi calon gubernur itu Bro Mayor AHY karena pengalaman pahit diberhentikan oleh Pepo dari TNI untuk kembali ke Jakarta menjadi calon Gubernur 2017 melawan Ahok dan Anies. Tetapi apa daya tersungkur di putaran pertama,” kata Max disitat Republika.

Bela Moeldoko, Max Sopacua sebut SBY pembohong

Sementara itu di lain kesempatan, Max Sopacua turut menanggapi soal tiga opsi yang disampaikan kubu AHY, diwakili Andi Mallarangeng untuk kubu Moeldoko berkaitan dengan sikap pasca putusan Menkumham. Max lantas menyebut jika kubu AHY memang selalu melempar kebohongan-kebohongan.

Begitu pula sindirannya pada Andi Mallarangeng, yang dulu sempat menuding Presiden ada di balik aksi kudeta Demokrat.

“Saya sudah mendengar semua soal 3 opsi itu, sudah saya jawab di media online. Nah, Pak Andi Mallarangeng ini kalau di zaman kompeni, dia ini penjilat atau PLP, yakni pasukan lidah panjang, menjilat kebohongan. Dia kerjaannya menjilat, melakukan opini publik seolah mengatakan yang benar,” katanya dikutip Youtube CNN.

Bayangkan, kata dia, pemerintah yang tidak ikut campur sempat dituduh, dan mereka tidak pernah melakukan minta maaf.

“Mereka sendiri yang bikin marah, bikin surat menuduh pemerintah, cawe-cawe, ini lah yang abal-abal.”

AHY bersama SBY. Foto: Instagram
AHY bersama SBY. Foto: Instagram

Apa yang disampaikan Andi Mallarangeng soal sikap kebohongannya, kata Max, seirama dengan sikap SBY. Selama ini SBY dianggap pintar berbohong. Sebut saja seperti mengaku-ngaku sebagai pendiri Demokrat. Padahal, dia yang memohon untuk bergabung.

Apalagi kemudian dia mengubah sejarah pendirian partai Demokrat, dengan menyebut bahwa dia lah salah satu di antara beberapa orang yang mendirikan Demokrat, dan dimasukan ke mukadimah AD ART Demokrat.

“Ini sebuah kebohongan sangat besar, SBY pendiri ditulis di mukadimah AD ART, sementara 99 pendiri sebenarnya dihapus.”

Sejauh ini, pasca putusan Menkumham, Max Sopacua bilang kalau kubu Moeldoko masih akan terus berjuang. Mereka mengaku siap jika harus melalui jalan panjang.

“Ini baru babak pertama, ini baru permulaan. Pak Mahfud juga sudah persilakan kami ke Pengadilan. Artinya bola sekarang bergeser ke pengadilan. Di situlah kita bertarung,” katanya.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close