Trending

Kubu Din cari bukti, GAR ITB nggak ngada-ngada bukti valid kok

Gerakan Anti Radikalisme Alumni ITB (GAR ITB) santai saja menanggapi langkah kuasa hukum kubu Din Syamsuddin mencari bukti tuduhan komunitas alumni itu ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

Kuasa hukum Din ingin mengklarifikasi ke KASN sebagai bahan langkah hukum selanjutnya.

Juru bicara GAR ITB, Shinta Hudiarto mengatakan mereka santai saja dengan langkah kuasa hukum Din. Shinta mengatakan GAR ITB nggak merasa masalah dengan langkah tersebut, sebab mereka yakin punya dasar yang kuat melaporkan Din. Bagaimana respons detailnya? Sobat Hopers penasaran ya kelanjutannya?

Baca Lainnya

  • Bukan karangan bebas

    Jubir GAR ITB, Shinta Hudiarto (kanan)
    Jubir GAR ITB, Shinta Hudiarto (kanan) saat menghadap Ketua KASN. Foto Instagram @shintahudiarto

    Shinta menegaskan GAR ITB bakal mengikuti proses apapun yang ditempuh kuasa hukum Din Syamsuddin, serta nggak memasalahkan hal tersebut. GAR ITB percaya diri dengan bukti pelaporan atas Din Syamsuddin.

    “Ya GAR sih ikutin saja prosesnya. Nggak masalah. Kami kan nggak bikin fitnah, nggak mengada-ngada. Semua bukti yang kami sodorkan, valid, berita-beritanya ada di berbagai media mainstream,” jelas Shinta kepada Hope.ID, Selasa 23 Februari 2021.

    Shinta mengatakan pasal yang dilaporkan atas nama Din Syamsuddin ke KASN juga nggak asal lapor gitu. Makanya GAR ITB santai saja lah dengan langkah kuasa hukum Din itu.

    “Pasal-pasal yang kami cantumkan juga bukan karangan bebas, memang ada aturannya. Lalu kami melaporkan ke KASN yang sudah jalurnya,” ujarnya.

    GAR ITB pun, kata Shinta, siap menghadapi dan meladeni kubu Din jika memang membawa masalah ini ke meja hijau. “Jadi ya kami ikuti saja semua prosesnya sampai di mana. Kami mengikuti aja prosesnya,” ujar Shinta.

    Hadapi GAR ITB, kubu Din bergerak

    Eks Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/aww/16.
    Eks Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/aww/16.

    Gerak cepat yang dilakukan pengacara utusan PP Muhammadiyah yang akan membantu polemik sangkaan radikalisme dari GAR ITB dilakukan kemarin sore.

    Bahkan pengacara Din Syamsuddin akan satroni kantor Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) bertemu pucuk pimpinan terkait sangkaan GAR ITB.

    Tujuan dari kedatangan tim pengacara PP Muhammadiyah yang tengah membela mantan Ketua Umum Muhammadiyah Din Syamsuddin tak lain untuk mencari bukti konkrit. Tak lain atas dasar sangkaan yang diutarakan GAR ITB kepada Din Syamsuddin.

    Selain mencari informasi, Gufroni menjelaskan jika kedatangan tim kuasa hukum Din Syamsuddin juga sebagai bentuk mencari klarifikasi terkait adanya tuduhan radikal oleh GAR ITB kepada Din Syamsuddin, sebagaimana ramai diperbincangkan belakangan ini.

    Karenanya kuasa hukum Din Syamsuddin ini berharap KASN bisa memberikan informasi yang jelas dan terang benderang terkait adanya polemik sangkaan radikal terhadap Din Syamsuddin.

    PP Muhammadiyah secara tegas akan menghadapi adanya tuduhan Radikalisme yang ditujukan kepada mantan Ketum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin. Dalam konteks tersebut PP Muhammadiyah akan menerjunkan para pengacara handal untuk melawan GAR ITB yang telah melayangkan tuduhan radikal kepada Din Syamsuddin.

    Adanya laporan tuduhan radikalisme tersebut menjadi perhatian mengingat sekelompok orang yang menamakan GAR ITB tersebut dinilai bisa menjadi cara pembunuhan karakter terlebih tuduhan radikalisme masih berdimensi luas.

    “Saya merasa terharu, dan berterima kasih serta memberikan apresiasi kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah lewat Majelis Hukum dan HAM yang menunjukan perhatian, simpati dan dukungan pada saya dalam menghadapi masalah yang sedang saya hadapi,” ucap Din Syamsuddin dalam keterangannya seperti dikutip Hops.ID dari Rmol Sabtu 20 Februari 2021

    loading...
    Topik

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Back to top button
    Close