Lifestyle

Kurban untuk orangtua yang sudah meninggal, bolehkah?

Idul Adha selalu dikaitkan dengan ibadah kurban. Ibadah kurban inilah yang diketahui menjadi salah satu pembeda antara Idul Fitri dan Idul Adha. Namun ada salah satu pertanyaan, bolehkah ber kurban untuk orangtua yang sudah meninggal. Bagaimana hukumnya?

Dalam salah satu ceramahnya, Ustaz Adi Hidayat, berbicara soal kurban untuk orangtua yang sudah meninggal . Kata dia, langkah ini diperbolehkan. Lantas, apa penjelasannya.

Baca juga: Lagi, youtuber ini bikin video prank bagi-bagi daging isi sampah

Kata Ustaz Adi Hidayat, disitat Tribun, dalilnya bersumber pada hadits yang ada di Ibnu Majah nomor hadis 3221. Kata Ustaz Adi Hidayat, Nabi ketika berkurban dengan 100 ekor hewan mengatakan:

“Ya Allah mohon terima kurban ini dari Muhammad SAW, dari keluarga besar Muhammad, untuk umatnya Muhammad SAW.”

Domba untuk kurban
Domba untuk kurban. Foto: Pixabay

Para ulama mengatakan, kalimat pertama Muhammad satu kurban untuk satu orang. Itu sah dan boleh saja, berkurban satu hewan untuk satu orang. Misalnya, ada lima orang dalam satu keluarga berkurban masing-masing berkurban satu sapi.

Ustadz Adi Hidayat kemudian mengatakan, jika ada kemampuan boleh dan sah saja. Kemudian yang kedua, untuk keluarga besar.

Jika hanya mampu satu ekor hewan saja, niatkan saja untuk keluarga besar. Lalu yang ketiga, kata Ustaz Adi Hidayat, berkurban untuk umat.

“Anda boleh berkurban, modalnya dari Anda untuk orang lain yang mungkin tidak punya kemampuan,” kata Ustaz Adi Hidayat.

Pertanyaannya dari mana hukum berkurban tersebut, Ustaz Adi mengatakan ada keluarga Nabi yang sudah meninggal. Ustaz Abdul Somad juga sudah pernah membahas hukum menyembelih hewan kurban untuk orang yang sudah meninggal dunia.

Menurut UAS, terdapat beberapa pendapat ulama dalam masalah ini. Karena Allah SWT berfirman dalam Quran surah An-Najm ayat 39: Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya. (Qs. An-Najm [53]: 39).

Jika orang yang telah meninggalkan dunia tersebut meninggalkan wasiat, maka orang yang menerima wasiat melaksanakannya dan semua dagingnya mesti disedekahkan kepada fakir miskin.

Penjualan hewan kurban. Foto: Suara.
Penjualan hewan kurban. Foto: Suara.

“Orang yang melaksanakan wasiat dan orang lain yang mampu tidak boleh memakan daging Qurban tersebut, karena tidak ada izin dari orang yang telah meninggal dunia untuk memakan daging Qurban tersebut,” tulis Ustadz Abdul Somad dalam 33 tanya jawab seputar Qurban.

Ustaz Abdul Somad melanjutkan, menurut Mazhab Maliki, makruh hukumnya ber-kurban untuk orangtua yang telah meninggal dunia, jika orang yang meninggal dunia itu tidak menyatakannya sebelum ia meninggal.

Jika orangtua atau orang yang meninggal itu menyebutkannya sebelum ia meninggal dan bukan nadzar, maka ahli warisnya dianjurkan agar melaksanakan kurban-nya.

Adapun menurut Mazhab Hanbali, boleh ber-kurban untuk orang atau orangtua yang telah meninggal dunia, daging hewan kurban tersebut disedekahkan dan dimakan, balasan pahalanya untuk orang yang telah meninggal dunia tersebut.

Sementara mazhab Hanafi berpendapat sama seperti pendapat Mazhab Hanbali. Akan tetapi menurut Mazhab Hanafi haram hukumnya memakan daging kurban yang disembelih untuk orang yang telah meninggal dunia berdasarkan perintahnya, semua dagingnya mesti diserahkan kepada fakir miskin.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close