Trending

Lagi, Abu Janda kembali dilaporkan ke polisi, begini kasus barunya

Permadi Arya alias Abu Janda kembali dilaporkan ke polisi. Kali ini laporan dilayangkan oleh Ustaz Maheer Atthuwaulibi.

Menurut Kuasa Hukum Ustaz Maheer, Iwan Sumiarsa, Abu Janda dilaporkan ke polisi sejak 30 Mei 2020 lalu. Lantas apa kasusnya? Menurut Iwan, Permadi Arya telah memfitnah kliennnya di sosial media.

Baca Juga: Ini identitas 4 kelompok perancang kudeta Jokowi yang diungkap Boni Hargens

Disitat Tempo, Abu Janda awalnya melaporkan kliennya itu, sebab isi ceramah perihal hukum dalam Islam tentang penistaan agama.

Kemudian Abu Janda menyebut agama Islam sebagai agama teroris dan Klien yang berprofesi seorang ustadz atau guru ngaji disebut guru para teroris, Permadi Arya pun melaporkan kliennya ke Bareskrim juga.

Sehingga dengan hal tersebut, Iwan menyebut kliennya telah dihina dan merasa agamanya dilecehkan oleh beliau.

Permadi Arya. Foto: Suara.
Permadi Arya. Foto: Suara.

“(Laporan) Sudah diterima dengan nomor LP/B/1010/XI/2019/BARESKRIM, dia melakukan pencemaran nama baik dan juga kita akan laporkan sebagai penista agama,” kata Iwan, disitat Jumat 5 Juni 2020.

“Jadi kita laporkan dengan dua pasal, yakni 156 a tetang penistaan agama dan kita minta polisi angkat kasus itu. Tapi malah yang naik pasal 45 ayat 3 UU ITE dan Pasal 310, 311 KUHP tentang pencemaran agama. Kan seharusnya penistaan agama,” kata Iwan.

Sudah keterlaluan

Sementara itu, Iwan menyebut Abu Janda saat ini sudah bersikap sangat keterlaluan. Bukan cuma pada kliennya, melainkan juga banyak orang.

Pangkalnya, dia acap membuat pernyataan yang dianggap orang selalu kontroversi, membuat gaduh, dan merendahkan agama.

Yang paling menarik, kata Iwan, sudah berulang kali Abu Janda dilaporkan ke polisi, tetapi dia tetap tak diadili. Alhasil komentar kontroversial terus berulang terlontar dari mulutnya.

“Semoga untuk kali ini dia diproses sesuai hukum yang berlaku, dia melakukan itu berulang karena dia merasa aman, padahal dia sudah menistakan agama,” tutur Iwan.

Lagi berkasus

Sebelumnya, Kepolisian RI juga mulai melakukan penyelidikan kasus dugaan ujaran kebencian dengan terlapor Abu Janda. Pemeriksaan saksi sudah dimulai Kamis, 28 Mei 2020, di Bareskrim Mabes Polri.

Kasus itu digulirkan penyelidik Bareskrim Polri usai adanya laporan yang dilayangkan oleh Ikatan Advokat Muslim Indonesia (IKAMI) sejak 10 Desember 2019 lalu. Dan kini polisi mulai melakukan proses penyelidikan.

Pegiat media sosial Permadi Arya. Foto: IG.
Pegiat media sosial Permadi Arya. Foto: IG.

Menurut Sekjen IKAMI Djudju Purwanto, selaku kuasa hukum pelapor, pihaknya sudah menyiapkan beberapa barang bukti dan dua saksi untuk diperiksa. Dia mengatakan pihaknya sudah menunggu hal ini, mengingat laporan kepada Abu Janda sudah dilayangkan sejak beberapa bulan yang lalu.

Menurut Djudju, Abu Janda dilaporkan IKAMI lantaran melontarkan pernyataan yang dianggap ujaran kebencian di media sosial, yakni teroris punya agama dan agamanya adalah Islam.

Lebih lanjut, Djuju menilai bahwa Abu Janda kerap berulah melakukan ujaran kebencian terhadap agama Islam. Laporan tersebut pun diterima oleh kepolisian dengan nomor STTL/572/XII/2019/BARESKRIM.

Di sisi lain, Djuju melihat banyak laporan dengan kasus serupa jarang digubris oleh kepolisian. Maka dari itu, ia berharap laporannya kali ini bisa segera ditindak.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close