Trending

Tanya soal tarung habis-habisan laskar FPI, anggota DPR diketawain keluarga korban

Rapat dengar pendapat Komisi III DPR dengan keluarga korban laskar FPI yang ditembak di Tok Cikampek digelar kemarin. Dalam rapat itu muncul hal sensitif seperti tarung habis-habisan sampai perang senjata. Gara-gara perdebatan ini, keluarga laskar FPI sampai menertawai anggota Komisi III pula lho.

Gara-gara soal pertanyaan tarung habis-habisan atau perang habis-habisan ini, pimpinan Komisi III sampai menegur tegas anggotanya yang menyampaikan pertanyaan tersebut.

Muslima Fest

Pimpinan Komisi III dalam rapat itu, Wakil Ketua Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra Desmond Junaidi Mahesa, juga terseret dalam perdebatan apa maksud dari laskar FPI ini.

Tanya soal tarung habis-habisan

Rapat Komisi III DPR RI
Rapat Komisi III DPR RI. Foto Instagram @difoto_dito

Rapat tersebut sempat heboh dengan pertanyaan dari salah satu anggota Komisi III, yang membuat perdebatan antaranggota Komisi.

Jadi kemarin, sebagai pimpinan rapat, Desmond menyilakan salah satu anggota Komisi III untuk bertanya.

Nah salah satu anggota Komisi III yang disebut pak Aos itu bertanya. Dia mengawalinya dengan menyampaikan duka mendalam dan mendokana keenam laskar FPI gugur sebagai syuhada.

Selanjutnya dia bertanya ke keluarga korban, apakah ada semacam pernyataan pamitan akan bertarung habis-habisan sebelum pergi mengawal Habib Rizieq.

Selain itu, anggota DPR ini juga bertanya apakah ada semacam pelatihan khusus untuk menjadi pengawal tokoh sentral FPI itu.

“Saya ingin tanyakan,sepengetahuan dari keluarga korban, kepada kakak atau pamannya ini, apakah ada misalnya, memang semangat sedemikian rupa –mohon izin– karena saya akan habis-habisan bertarung atau seperti itu,juga pertanyaan saya apakah ada pernah mengetahui berapa lama mereka menjadi pengawal HRS, apakah mereka dilatih khusus untuk itu, ini perlu kejelasan, sehingga clear,” ujar anggota Komisi III itu dikutip dari Youtube DPR RI.

Desmond tegur anggotanya soal tarung habis-habisan

Desmond Mahesa. Foto: Antara
Desmond Mahesa. Foto: Antara

Nah selesai itu, sebagai pimpinan rapat Desmond langsung menyoal pertanyaan pertama tersebut. Dia nggak habis pikir kenapa muncul pertanyaan yang menurutnya tak netral.

“Ada dua pertanyaan, pertarungan habis-habisan ini apa maksudnya bagi keluarga korban bingung nih?” ujar Demond ke anggota yang bertanya itu.

Si anggota yang tanya tadi langsung menjawab. “Begini biasanya ada semangat seperti itu,” jawabnya.

Desmond masih mendesak anggotanya. “Bertarung sama siapa? Bertarung sama siapa?” katanya.

Dijawab langsung oleh anggota Komisi III tadi.

“Ya barangkali karena keinginan untuk pembelaan. Ada gambaran Habib Rizieq itu mendapat ancaman yang luar biasa. Karena itu apakah itu sudah menjadi program tertentu untuk habis-habisan di dalam hal ini, saya ingin mengetahui,” jelas si anggota Komisi III itu.

Komisi III bukan komisi lucu-lucuan

Desmond pun menegur pertanyaan anggotanya yang menurutnya sudah melenceng dari substansi rapat dengan keluarga korban laskar FPI. Dia menegur yang bersangkutan di depan rapat umum.

“Jangan begitu bahasanya pak Aos, itu sudah tidak netral ya Pak Aos, ini bukan komisi lucu-lucuan. Bahasanya jangan mengungkit suatu yang belum jelas. Saya tegur ini sebagai pimpinan,” tegas politikus Gerindra itu.

Selanjutnya Desmond masih menyoal pertanyaan dan maksud substansi dari tarung habis-habisan. Dia pun meluruskan materi rapat dengar pendapat kemarin kepada semua hadirin rapat.

“Mau bentrok kapan bentroknya? Yang harus didengar apa yang dijelaskan keluarga korban, Ada persiapan perang? nggak kan bu (mengarah ke keluara korban laskar FPI). Yang cocok pertanyaannya, ada nggak pelatihan khusus melakukan pengawalan, nah itu agak relevan,” jelasnya.

Ditertawai keluarga laskar FPI

Kesaksian pemandi jenazah 6 laskar FPI: Peluru tembus, luka bakar disiksa hingga kulit dikelupas. Foto: YouTube
Kesaksian pemandi jenazah 6 laskar FPI: Peluru tembus, luka bakar disiksa hingga kulit dikelupas. Foto: YouTube

Menjawab pertanyaan anggota DPR yang ditegur di atas, salah satu perwakilan keluarga korban mengklarifikasi soal tarung habis-habisan atau siap perang habis-habisan.

“Saya hanya klarifikasi ya karena begini, sudah diterangkan ini rombongan Imam untuk mengaji keluarga datang di perjalanan jam 10 malam. Untuk rombongan keluarga diiringi 2 mobil laskar, dua depan, dua belakang. Jadi ini bukannya perang. kalau perang semuanya bawa senjata ya,” ujar perwakilan keluarga itu tertawa diujung jawabannya.

Selanjutnya, sial apakah ada pelatihan khusus untuk menjadi pengawal Habib Rizieq, perwakilan keluarga tersebut mengaku tak tahu menahu.

“Untuk mengetahui laskar pasukan khusus, saya nggak tahu apakah khusus, mungkin khusus itu saat itu ditugaskan oleh Imam. Dan masalah pistol ya, sekarang gini logikanya sudah tahu pistol harganya berapa kan, laskar ini pejuang Islam ini sukarela hati nurani, mau beli baju aja nyicil. Sekarang bagaimana bisa punya senjata begitu?” ujarnya.

Sobat Hopers penasaran ya? Silakan tonton lengkap videonya mulai menit ke-39 ya.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close