Trending

Lagi mainkan strategi, Soeprapto bongkar taktik Napoleon gebuki Kece

Nama Irjen Napoleon Bonaparte belakangan ramai disorot publik usai aksi penganiayaan yang dilakukannya pada Muhammad Kece di penjara. Terlepas dari itu semua, Napoleon dibaca memiliki motif dan strategi sendiri terkait aksinya menghajar kece, sampai melumurinya dengan tinja.

Sosiolog Kriminalitas Universitas Gadjah Mada Soeprapto mencoba menganalisa taktik yang coba dimainkan di penjara. Menurut dia, jenderal bintang dua itu tengah menjalankan strategi mencari perhatian kepada masyarakat.

Muslima Fest

Kata dia, Napoleon tentu sangat sadar jika isu agama sangat sensitif di masyarakat, dan kemungkinan dia bakal kebanjiran simpati ketika berhasil mewakili kemarahan umat terhadap Kece di penjara.

“Karena atas aksi itu tentu akan menimbulkan perhatian banyak pihak. Namun sekali lagi apapun alasannya, baik itu berupa fitnah, penghinaan terhadap agama, atau bahkan melakukan pembalasan dalam bentuk penganiayaan tetap salah,” kata dia di Prime News, dikutip Rabu 22 September 2021.

Baginya, sudah semestinya kasus yang melibatkan Kece tidak diselesaikan dengan cara menganiaya. Apapun alasannya, termasuk jika benar melecehkan agama. Sebab, kata dia, publik tentu memiliki sanksi sosial tersendiri terhadapnya. Seraya proses hukum yang terus berjalan padanya.

Napoleon Bonaparte. Foto: Ist.
Napoleon Bonaparte. Foto: Ist.

Taktik Napoleon hajar Kece

Adapun, kata Soeprapto, Napoleon terbaca tengah berupaya mencari perhatian lewat aksinya.

“Itu diharapkan bisa menarik simpati banyak pihak, dan di balik itu ada harapan agar masyarakat justru mengusulkan dan membela keringanan hukum pada Napoleon,” katanya lagi.

Soeprapto menyayangkan tindakan Napoleon yang satu sisi dikenal menjadi penegak hukum, tapi coba mengabaikan sisi hukum. Terkait tindakan Napoleon yang sebenarnya untuk membela Kece dari penganiayaan napi lain, dia menganggapnya itu berlebihan.

Ilustrasi lapas penjara. Foto: Ist
Ilustrasi lapas penjara. Foto: Ist

Sebab tidak ada yang tahu isi kepala Napoleon, apakah benar itu dilakukan. Andaipun melindungi, tentu bukan itu cara tepat yang perlu dilakukan.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close