Trending

Lagi viral, begini sejarah Odading, ternyata warisan dari kolonialisme

Kue Odading merupakan salah satu makanan khas dari Kota Kembang alias Bandung. Bentuk dan namanya yang unik, membuat kue odading diminati banyak orang, begini sejarah kue warisan kolonialisme tersebut.

Makanan yang berbentuk bulat dan terbuat dari terigu ini menjadi salah satu jajanan pasar legendaris di daerah sekitar Bandung.

Baca juga: Makna luar biasa permainan Hompimpa, ajaran leluhur andalkan Tuhan

Tak sekadar jajanan tradisional, ternyata keberadaan Kue Odading memiliki kisah dan sejarah menarik. Lantas apa kaitan odading dengan kolonialisme?

Jadi, menurut beberapa sumber, ternyata kue yang memiliki rasa manis ini lahir dari masa penjajahan era kolonialisme Belanda.

Sejarah kue odadaing. Foto: pergikuliner.com
Sejarah kue odadaing. Foto: pergikuliner.com

Berdasarkan sebuah tulisan berjudul ‘Disumpahi Pemuda: Satu Nusa, Satu Bangsa, Dua Languanges’ karya Remmy Sylado yang telah dipaparkan di The University of Melbourne, makanan tradisional odading memiliki keterkaitan dengan pelafalan yang dilontarkan oleh sebuah keluarga Belanda di tanah air.

Dalam buku lain milik sastrawan sekaligus pakar bahasa itu, Remy Sylado membeberkan awal mula lahirnya nama odading di bukunya bertajuk 9 dari 10 Kata Bahasa Indonesia Adalah Asing dan Bahasa Menunjukkan Bangsa.

Dalam buku itu, Remy mengatakan bahwa odading berasal dari kata-kata seorang nyonya Belanda ketika kaget.

Diceritakan, kala itu seorang bocah merengek lantaran minta dibelikan sebuah kue tradisional yang ada di Bandung. Ibunya pun menyanggupi permintaan anaknya dengan memanggil seorang penjual kue odading.

Lalu ketika penjual membuka sebuah daun pisang yang berisi kue tersebut, si nyonya yang tak pernah melihat rupa kue itu pun bertanya ke anaknya “Oh, benda itu?” atau dalam bahasa Belanda “Oh, dat ding?”.

Ilustrasi nyonya Belanda di balik sejarah odading. Foto: Foto: Gahetna.nl
Ilustrasi nyonya Belanda di balik sejarah odading. Foto: Foto: Gahetna.nl

Setelah peristiwa seorang nyonya Belanda menunjuk kue itu ke anaknya, maka kue yang sebelumnya tak bernama itu, kini memiliki sebutan sebagai odading.

Hingga kini, kamu bisa mencari kata-kata tersebut di Google Translate. Coba saja kamu menulis kata ‘Oh benda itu’ ke dalam bahasa Belanda, maka yang akan keluar sebuah kalimat ‘Oh dat ding’.

Ternyata unik juga ya kisah lahirnya kue odading. Yuk kita makan, jajanan tradisional!

Selain membantu penjual kue melariskan dagangannya, kamu juga turut melestarikan panganan khas bangsa Indonesia.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close