Hot

Lagu Gloomy Sunday bak pengantar bunuh diri, kisah di baliknya tragis

Kerap digunakan sebagai lagu bunuh diri, asal-usul penciptaan “Gloomy Sunday” ternyata tidaklah singkat.

Di Vienna, seorang gadis muda tenggelam dengan secarik kertas bertuliskan lagu “Gloomy Sunday”. Penjaga toko di Budapest pun bunuh diri dan meninggalkan surat berisi kutipan lirik dari lagu yang sama. Bahkan, kemalangan juga menimpa penulis asli lagu ini.

Lantas, bagaimana asal-usul terciptanya “Gloomy Sunday”—si lagu pengantar kematian ini?

Baca Juga: Giliran ulama NU kritik ngaji belepotan Ustaz Felix Siauw: Belajar dulu!

Reszo Seress, pencipta lagu Gloomy Sunday
Reszo Seress, pencipta lagu Gloomy Sunday Foto: Wikipedia

Layaknya kisah urban, berbagai versi yang berbeda dari kisah ini banyak bermunculan. Tetapi yang jelas, semua berawal dari seorang penulis lagu Hungaria bernama Rezso Seress. Pada 1933, Seress ditinggal oleh sang kekasih dan merasa depresi berat. Ia kemudian menciptakan sebuah melodi melankolis.

Seorang teman Seress yang sekaligus penyair, Laszlo Javor, lalu menambahkan lirik pada melodi tersebut. Tak jauh berbeda dengan Seress, Javor saat itu juga baru putus dari sang pacar. Ia pun membuat puisi dan mengubahnya menjadi lirik lagu. Mereka berdua sepakat untuk menamainya dengan, “Szomorú Vasárnap”.  

Dua tahun kemudian,  Pál Kálmar merekam ulang lagu tersebut. Anehnya, runtutan peristiwa bunuh diri di Hungaria digadang-gadang disebabkan oleh lagu ini. Alhasil, “Szomorú Vasárnap” dilarang untuk diputar di berbagai negara dan mendapat kecaman keras.

Ilustrasi lagu "Gloomy Sunday"
Ilustrasi lagu “Gloomy Sunday” Foto: Amino

Fenomena aneh ini mampu menggemparkan dunia dan membuat publishers musik dari Amerika dan Inggris berdatangan.

Sam M. Lewis kemudian menerjemahkan lagu ini ke dalam bahasa Inggris dan melakukan rekaman ulang, lengkap diiringi oleh orkestra pada 1936. Pada 1940, BBC menganggap lagu ini terlalu menyedihkan untuk diperdengarkan ke publik. Alhasil, hanya versi instrumentalnya saja yang dapat diputar di radio.

Lima tahun setelahnya, Billie Holiday kembali merekam ulang lagu yang sama. Inilah perjalanan terakhir dari “Gloomy Sunday”. Hingga saat ini, versi rekaman Billie Holliday masih dapat kita dengarkan dengan mudah di berbagai kanal musik.

Billie Holiday
Billie Holiday Foto: W Magazine

Setelah kesuksesan lagu ciptaannya, Seress berusaha untuk  menemui mantan kekasihnya. Namun, tak berapa lama kemudian, ia mendengar kabar bahwa wanita yang ia cintai telah tewas lantaran meminum racun. Ditemukan salinan lagu “Szomorú Vasárnap” ciptaan Seress di dekat jasad perempuan malang itu.

Seress sendiri tewas bunuh diri pada 1968. Kematiannya terbilang tragis lantaran ia melompat dari jendela sebuah apartemen di Budapest.

Sebelum meninggal, Seress pernah mencurahkan isi hatinya melalui penggalan kalimat. Ia menulis,  “Saya berada di tengah-tengah kesuksesan sebagai seorang pria terkutuk. Ketenaran yang fatal ini membuat saya terluka. Saya menuangkan segala penyesalan dari hati ke dalam lagu ini, dan tampaknya orang lain dengan perasaan yang sama juga menemukan kesedihan mereka di lagu ini.”

Kalau kamu atau orang terdekat mengalami tanda-tanda depresi, segera hubungi layanan konsultasi kesehatan jiwa di hotline 119 extension 9. (CTH)

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close