Lifestyle

Laku keras, tukang roti bikin adonan pakai campuran urine wanita

Seorang tukang roti asal Prancis melakukan eksperimen iseng, ia mencoba membuat racikan roti berbahan gandum yang tumbuh dari urine wanita.

Ternyata si tukang roti dibantu para ilmuwan yang bereksperimen. Roti jenis Goldilock yang dimasak tukang roti itu menggunakan gandum yang dibuahi dengan urine dari toilet wanita.

Baca juga: Edan, gegara lockdown wanita ini nekad potong rambut pakai pisau roti

“Urine adalah pupuk yang hebat,” kata Louise Raguet insinyur dan ecofeminist, dilansir New York Post.

Ia mengaku, secara teratur mengumpulkan urine dari wanita di kota Arondisemen Paris. Ia sengaja membuat alat penampung urine yang didisplay di toilet wanita.

Urine
Urine Photo: Modern Farmer

Roti gandum berbahan urine tersebut diberi nama Boucle d’Or. Tujuan eksperimen Louise adalah memecah tabu soal kotoran, dan menciptakan siklus makanan yang berkelanjutan.

Meski terkesan jorok, namun ternyata Badan Perencanaan Kota Prancis telah menyatakan roti berbahan urine aman dan bisa dikonsumsi setiap hari. Keputusan ini berdasarkan studi klinis bahwa ada 29 juta roti berbahan urine yang dipanggang setiap hari.

Urine baik untuk tanaman, sekaligus ramah lingkungan

Lebih lanjut, penggunaan urine pada tanaman ternyata sangat baik untuk bumi karena ramah lingkungan. Disebut penggunaan urine bagi petani mampu menghemat 703 ton nitrogen yang digunakan dalam pupuk buatan per hari.

“Ini adalah cairan yang diabaikan, biasanya dibuang sebagai limbah,” kata Raguet, menambahkan bahwa urine mengandung nitrogen, potasium, dan banyak nutrisi lain yang ditanam ekstrak dari tanah.

Urine
Urine Photo: Modern Farmer

“Karena itu, harus diperlakukan seperti tambang emas,” katanya.

Tidak diketahui bagaimana urine mempengaruhi rasa roti, karena itu untuk lebih memastikan kebersihannya, Raguet mencampurnya dengan air biasa.

Keputusan untuk mempekerjakan wanita adalah bagian dari apa yang disebut Raguet sebagai ecofeminism, yang mengadvokasi penggunaan produk ramah lingkungan untuk memberdayakan wanita.

Di lain sisi, terkait hal ini, sebuah yayasan peduli lingkungan, Rich Earth Institute mengumpulkan ribuan galon urine dan berharap dapat membuat zat limbah yang berpotensi berbahaya menjadi anugerah bagi produksi tanaman.

Pada 2012, Kim Nace, direktur administrasi dan mitra Rich Earth Abe Noe-Hays mengumpulkan 600 galon urine dari teman dan tetangga.

Tahun berikutnya, organisasi membawa sekitar 3.000 galon dari 170 sukarelawan manusia. Rebecca Rueter, anggota dewan mengundang anggota paduan suara wanita setempat untuk menyumbangkan kencing mereka.

Rich Earth berharap dapat menggandakan jumlah itu menjadi 6.000 galon cukup untuk mengisi sepertiga dari rata-rata kolam renang Amerika.

“Kami telah memberi sukarelawan beberapa hal untuk membuatnya lebih mudah – beberapa perangkat saluran dan hal-hal seperti itu,” kata Nace.

Proyek ini bertujuan untuk menguji urine manusia sebagai pengganti pupuk kimia. Urine mengandung nitrogen, fosfor, dan kalium nutrisi tanaman penting yang biasanya ditambang dari bumi atau udara untuk keperluan pertanian.

Dalam mengumpulkan urin manusia, Rich Earth mengalihkan bahan kimia yang sama dari saluran air ke pertanian, membuat zat yang berpotensi berbahaya menjadi keuntungan bagi produksi tanaman.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
X
Close