Trending

TikTok dilarang bagi warganya, China ke AS: “Kamu nakal”

Pemerintah Amerika Serikat memang telah lama mengumumkan larangan penggunaan TikTok bagi warganya, dengan alasan keamanan nasional. Sayangnya larangan tersebut mendapat balasan dari media China asal TikTok yang menyebut AS “kamu nakal”.

Hal tersebut diutarakan langsung Pemimpin redaksi Global Times, Hu Xijin yang menilai langkah pemerintah AS melarang TikTok sebagai perampokan terbuka. Karena menjual perusahaan media sosial TikTok kepada microsoft.

“Presiden Trump mengubah Amerika yang dulunya hebat menjadi negara yang nakal,” tulis Xijin seperti dilansir dari CNBC, Rabu 5 Agustus 2020.

Ilustrasi TikTok. Foto: Pixabay
Ilustrasi TikTok. Foto: Pixabay

Dalam keterangan resminya, Microsoft akan melakukan akuisis bisnis TikTok di beberapa negara seperti AS, Kanada, Australis dan Selandia Baru.

Tabloid China, yang diterbitkan oleh surat kabar resmi dari Partai Komunis China yang berkuasa People’s Daily, menggunakan artikel itu untuk menuduh AS bergerak untuk melarang aplikasi tersebut karena dianggap sebagai ancaman bagi perusahaan teknologi Amerika. Artikel itu juga “menyebutkan langkah serupa oleh AS untuk memblokir pembuat peralatan telekomunikasi China, Huawei.

“Perusahaan-perusahaan ini telah membawa perasaan krisis kepada para elit AS, yang menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan top China memiliki kemampuan untuk bergerak ke garis depan dunia dalam teknologi,” kata Global Times.

Ilustrasi TikTok. Foto: Pixabay
Ilustrasi TikTok. Foto: Pixabay

Secara gamblang media China lain seperti People’s Daily mengungkap bahwa larangan yang diterapkan pemerintah AS kepada aplikasi TikTok dinilai sebagai ancaman nasional, khususnya bagi perusahaan teknologi yang berbasis di Amerika Serikat.

Tak hanya soal aplikasi TikTok, Amerika juga telah melakukan pembelokiran perusahaan telekomunikasi China Huawei yang tidak bisa masuk ke pasar Amerika Serikat. Keputusan tersebut berdampak pada penjualan Huawei .

Baca juga: Heboh surat soal ‘Anjing lebih berguna dari Menteri Kesehatan’ Sherina bela Kemenkes

Media Global Times juga mengungkap bahwa perkembangan dan kemajuan teknologi di China telah mampu membuat resah para elit khususnya pemerintah AS. Bahwa dengan larangan tersebut, membuktikan bahwa teknologi China berkembang dan menjadi terdepan di dunia.

Ilustrasi TikTok. Foto: Pixabay
Ilustrasi TikTok. Foto: Pixabay

“Perusahaan-perusahaan ini telah membawa perasaan krisis kepada para elit AS, yang menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan top China memiliki kemampuan untuk bergerak ke garis depan dunia dalam teknologi,” kata Global Times.

Mengomentari masalah ini, Presiden Donald Trump mengatakan bahwa membeli hanya sebagian dari aplikasi akan menjadi “rumit” – tetapi dia masih memberi CEO Microsoft Satya Nadella jalan terus. Trump menambahkan bahwa sejumlah “uang utama” harus dibayarkan ke Departemen Keuangan AS untuk memungkinkan transaksi.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close