Trending

Lemkapi ulas pekerjaan cocok Idham Azis, dubes di negara masalah

Masa purnatugas yang akan dijalani Jenderal Idham Azis setelah menjabat sebagai Kapolri, dan diteruskan oleh Komjen Listyo Sigit. Pasca pensiun muncul pertanyaan soal pekerjaan Idham Azis setelah menjadi mantan Kapolri.

Melepas masa pensiun sebagai Kapolri, timbul pertanyaan terkait peluang jika Idham Azis masih dibutuhkan Presiden Jokowi. Terkait hal tersebut, Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi), Edi Hasibuan justru menilainya dengan peluang terbuka lebar bagi Idham Azis.

Sebagai mantan Kapolri, Jenderal Idham Azis disebut Edi sebagai sosok di kepolisian yang memiliki track record sangat baik. Rekam jejaknya pun terbilang sangat mumpuni dalam hal penanganan kasus kejahatan yang pernah ditanganinya selama ini.

Edi Hasibuan
Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi), Edi Hasibuan Foto: Antara

Dengan modal tersebut, jikapun Presiden Jokowi menghendaki kembali penugasan mantan Kapolri ini, banyak posisi paling tepat untuk Idham Azis, salah satunya yakni pada posisi sebagai duta besar negara tetangga.

Jabatan tersebut menurut Edi merupakan yang paling cocok bagi Idham Azis jika akan meneruskan karir sebagai mantan Kapolri. Namun peluang tersebut, tentu bukan arahan dan sepenuhnya menjadi hak prerogratis dari Presiden.

Edi juga menambahkan jika duta besar yang dimaksudnya tersebut, akan jauh lebih cocok di negara tetangga seperti Malaysia. Targetnya tentu pekerjaan rumah yang diyakini bisa diselelsaikan oleh Idham Azis.

Kapolri Jenderal Idham Azis
Kapolri Jenderal Idham Azis. Foto Instagram @kemensetneg.ri

Banyak persoalan yang masih terjadi di Malaysia seperti permasalaha tenaga kerja wanita serta beberapa permasalahan yang belum bisa dituntaskan. Bahkan pada permasalahan tenaga kerja sendiri masih sering menimbulkan keributan.

Selain itu, dalam perjalanannya juga banyak mantan Kapolri yang saat ini masih tetap diberikan tugas oleh Pemerintah dengan penempatan di beberapa negara seperti menjadi duta besar.

Masa pensiun Jenderal Idham Azis tinggal 20 hari lagi. Calon Kapolri makin dekat bakal muncul ke publik. Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Moeldoko mengungkapkan nama calon Kapolri sudah ada. Namun demikian, Kapolri baru akan mewarisi dua utang besar yang ditinggalkan Kapolri Idham Azis, yang tidak akan mudah untuk diselesaikan. Apa sih utang besar Jenderal Idham Azis?

Komjen Gatot Edhy (kiri) dan Kapolri Idham Azis (tengah)
Komjen Gatot Edhy (kiri) dan Kapolri Idham Azis (tengah). Foto Instagram @yuizal

Indonesia Police Watch (IPW) mendata, kedua warisan utang yang ditinggalkan Idham Azis itu adalah kasus pembunuhan satu keluarga di Sigi Sulawesi Tengah yang diduga dilakukan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) dan penembakan yang menewaskan 6 laskar FPI di Tol Cikampek.

Ketua Presidium IPW, Neta S Pane mengatakan, ketidakmampuan menuntaskan kasus Sigi adalah kegagalan Idam Azis sebagai mantan petinggi Densus 88, yang selama ini sangat agresif memburu teroris.

Satu keluarga di Desa Lemba Tongoa, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, dibunuh oleh orang tak dikenal pada Jumat pagi 27 November 2020. Pelaku diduga adalah MIT pimpinan Ali Kolara yang beranggota hanya 14 orang. Tapi sudah 35 hari pelakunya belum juga tertangkap oleh jajaran kepolisian.

“IPW berharap menjelang detik detik pensiunnya Idham Azis sebagai Kapolri, kelompok Ali Kolara ini bisa ditangkap. Sehingga penangkapan ini sebagai hadiah pensiun bagi Idham agar mantan Kapolda Sulteng itu tidak meninggalkan utang kasus yang sulit diselesaikan oleh kapolri penerusnya,” ujar Neta dalam keterangannya kepada Hops.ID, Selasa 5 Januari 2021.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close