Trending

Lobi Djoko Tjandra lewat Jaksa Agung Malaysia: Pak dapat salam

Buronan Djoko Tjandra punya keinginan kembali ke Indonesia namun dengan status bersih dari masalah hukum. Djoko Tjandra sudah buron dan kabur dari Indonesia selama 11 tahun. Dalam pelariannya, Djoko Tjandra lobi Jaksa Agung supaya pulang ke Indonesia dengan mulus.

Salah satu upaya Djoko Tjandra yaitu melobi Jaksa Agung HM Prasetyo pada saat dia menjabat orang nomor satu Kejaksaan Agung itu. Prasetyo mengungkapkan Djoko Tjandra melobinya melalui pejabat tinggi Malaysia. Lho kok bisa? Ternyata Djoko Tjandra dekat dengan petinggi di negeri Jiran tersebut.

Baca juga: Ade Armando singgung fenomena umat Islam mudah percaya ustaz mualaf

Wacana pulang

Djoko Tjandra
Djoko Tjandra dalam persidangan. Foto ANTARA FOTO/Str/Irham/aa.

Mantan Jaksa Agung HM Prasetyo mengungkapkan saat dia menjabat, wacana Djoko Tjandra pulang ke Tanah Air muncul, namun sang buronan wajib menjalani hukuman penjara dua tahun sesuai vonis Mahkamah Agung.

Wacana ini muncul lantaran buronan berjuluk Joker itu sudah bertahun-tahun kabur dan membawa aset dari uang rampokannya.

“Memang ada wacana bagaimana Djoko Tjandara bisa pulang ke sini, daripada dimanfaatkan negara lain membangun negara lain. Saya katakan silakan pulang tapi laksanakan 2 tahun penjara kewajiban itu. Setelah itu, dia bebas jadi orang merdeka. Lagi pula selama melaksanakan hukuman bisa dapatkan grasi, remisi,” kata Prasetyo dalam Mata Najwa, Rabu malam 22 Juli 2020.

Namun syarat dan ketentuan pulang dengan menjalani hukuman itu tak disambut oleh Djoko Tjandra. Prasetyo menilai Djoko Tjandra menginginkan namanya bersih dari hukum, makanya dia tak mau pulang dengan menjalani hukuman.

Djoko Tjanda dan Malaysia

Foto Djoko Tjandra di dokumen kependudukan
Foto Djoko Tjandra di dokumen kependudukan. Foto Twitter @xdigeeembok

Prasetyo mengungkapkan kenapa Djoko Tjandra dan buronan lainnya susah dicokok aparat penegak hukum Indonesia, sebabnya mereka kabur tak cuma bersembunyi di negeri tetangga Indonesia.

Buronan koruptor kabur ke luar negeri namun mereka berinvestasi di tempat persembunyiannya.

“Mereka beri manfaat ke negara itu, Eddy Tansil itu konon punya banyak usaha (di China). Djoko Tjandra itu posisinya di Papua Nugini bagus, di Malaysia waktu Perdana Menteri Najib, investasinya luar biasa,” tutur Prasetyo.

Lobi Djoko Tjandra Jaksa Agung

Mantan Jaksa Agung HM Prasetyo
Mantan Jaksa Agung HM Prasetyo. Foto Instagram @protokolkejaksaan

Nah mengenai kedekatan Djoko Tjandra dengan elite Malaysia, Prasetyo menceritakan pernah suatu kali dilobi untuk pemulangan Djoko Tjandra.

Prasetyo mengatakan lobi Djoko Tjandra melalui Jaksa Agung Malaysia terjadi di sela acara Kongres Jaksa Agung ASEAN dan China beberapa tahun lalu.

“Jadi Jaksa Agung Malaysia bicara ke saya di sela acara itu. Dia bilang Pak Jaksa Agung ada salam dari Djoko. Saya bilang Djoko siapa? Djoko Tjandra oh saya tahu. Dia katakan bagaimana kalau Djoko Tjandra pulang ke Indonesia tapi sebagai orang bebas,” ujar Prasetyo menceritakan lobi Jaksa Agung Malaysia.

Atas lobi tersebut, Prasetyo tegas mengatakan Djoko Tjandra boleh pulang ke Indonesia tapi sebagai narapidana, bukan orang bebas.

“Gini deh, dia itu narapidana, itu DPO. Anda perintahkan saja untuk pulang dengan baik-baik. Sama seperti waktu kami pulangkan Samadikun Hartono, pulang saja lah. setelah itu (hukuman 2 tahun) keluar sebagai orang bebas merdeka,” jawab Prasetyo ke Jaksa Agung Malaysia.

Prasetyo mengaku tak kaget dengan lobi Djoko Tjandra melalui Jaksa Agung Malaysia itu.

“Agak aneh juga sampai minta Jaksa Agung negara lain pengaruhi saya. Djoko Tjandra suruh pulang saja ke Indonesia, kalau pulang saya tangkap,” ujarnya di Mata Najwa.

Intel bekerja

Mantan Jaksa Agung HM Prasetyo
Mantan Jaksa Agung HM Prasetyo. Foto Instagram @protokolkejaksaan

Mantan Jaksa Agung Prasetyo membantah kinerja intel Kejagung lemah. Dia mengatakan berbagai upaya intel Kejagung dilakukan untuk mengendus Djoko Tjandra dari tempat persembunyiannya.

“Waktu orang tua (ayah) Djoko Tjandra meninggal dunia (pada 2015) semua bandara itu kita cegat. kok Djoko Tjandra nggak muncul-muncul. Kita tungguin ke tempat pemakaman orang tuanya juga. Jadi intel kita lemah tak sepenuhnya benar,” tutur Prasetyo.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close