Fit

Pengobatan kuno teraneh di dunia, lubangi kepala hingga makan mumi

Sebelum teknologi medis berkembang secara modern seperti sekarang, berbagai pengobatan kuno alternatif pernah digunakan oleh nenek moyang kita.

Namun, ada praktik pengobatan kuno yang terkesan aneh, tak masuk akal, bahkan hingga ekstrim. Tak hanya itu, ada juga loh jenis pengobatan yang lucu. Seperti apa? Berikut ini merupakan 7 pengobatan teraneh yang pernah ada.

Baca juga: Ilmuwan rilis tanggal pasti dunia bebas virus corona, AS 11 November

1.Melubangi tempurung kepala

Menurut Dr Raphael David dari Institut Neurosains di New York’s Stony Brook University, melubangi tempurung kepala merupakan salah satu prosedur medis tertua dalam sejarah peradaban manusia. Setidaknya, beragam kerangka berlubang yang ditemukan di Eropa dan Asia telah berumur 4000 tahun.

Pengobatan ini dipercaya mampu menyembuhkan luka di kepala dan mengurangi rasa sakit bagi perempuan yang sedang melahirkan.

Karena keterbatasan tekologi dan pengetahuan, maka kepala yang sudah dilubangi tak dapat “ditambal” kembali. Alhasil, pasien yang menempuh metode pengobatan ini harus hidup dengan tempurung kepala bercelah.

Tengkorak yang dilubangi Photo: Daily Star

2.Olahan tikus

Pada masa Mesir kuno, segala jenis penyakit diobati dengan olahan tikus yang dicampur berbagai jenis bahan lain untuk dijadikan pasta. Biasanya, pasta akan dioleskan di bagian tubuh yang sakit ataupun terluka.

Namun, khusus untuk sakit gigi, tikus yang mati tidak diolah terlebih dahulu, melainkan langsung dioleskan pada bagian gigi yang sakit.

Praktik pengobatan ini terus berlangsung hingga masa kepemimpinan Ratu Inggris Elizabeth di mana sebuah dokumenter menujukkan proses pembelahan tikus menjadi dua bagian dan diletakkan pada kulit yang terluka.

3.Meminum air kencing

Selama berabad-abad, air urin dipercaya sebagai bahan pengobatan alami yang murah dan mudah didapatkan. Hingga hari ini, masih terdapat beberapa tokoh yang tak malu mengakui mengonsumsi urin. Salah satunya, pegiat seni bela diri, Yoshiko Machida yang mengklaim bahwa urin merupakan obat natural yang dapat menghentikan perkembangan bakteri jahat.

Urin juga dianggap mampu memperbaiki kulit bahkan menyembuhkan kanker tanpa kemoterapi ataupun operasi.

Sayangnya, kebenaran atas klaim tersebut belum dibuktikan melalui studi ilmiah.

4.Kentut dalam toples

Wabah Black Death yang pernah menimpa dunia pada 1347 silam tidak hanya menyisakan duka, tetapi juga solusi yang memancing tawa. Pasalnya, di tengah keputusasaan, dokter pada zaman itu menyatakan bahwa menghirup gas dapat membuat seseorang kebal pada penyakit black death.

Alhasil, banyak orang yang menyimpan toples berisikan kentut. Mereka baru akan membuka toples tersebut manakala wabah black death menyerang kembali.

5.Membuang darah

Membuang darah merupakan salah satu praktik medis mengerikan yang pernah berlangsung selama berabad-abad lamanya.

Dengan menyayat bagian tubuh (biasanya lengan) dan membiarkan darah mengucur, ahli kesehatan pada masa itu percaya bahwa cara ini dapat membuat seseorang kembali sembuh dari penyakit pneumonia. Pasalnya, cairan di dalam tubuh seseorang dianggap harus dalam takaran yang seimbang. Alhasil, darah yang dianggap berlebih harus dibuang.

Dalam sebuah teks medis yang disusun oleh Dokter Royal College dari Edinburgh, tertulis bahwa “Pada tahun 1942, pembuangan darah dianggap sebagai cara yang tepat untuk mengobati pneumonia.”

Membuang Darah
Membuang Darah Photo: Daily Star

6.Kokain

Kokain awalnya dianggap sebagai obat yang menjanjikan mengingat mampu menyembuhkan berbagai penyakit, mulai dari sakit gigi hingga depresi. Pertama kali digunakan untuk operasi mata, tetesan kokain terbukti mampu membuat area mata kebal terhadap rasa sakit, sehingga proses operasi berjalan dengan lebih mudah.

Namun, di balik khasiatnya, kokain justru marak disalahgunakan oleh berbagai kalangan. Bahkan, anak-anak diduga telah terpapar kokain secara tidak langsung melalui kandungan permen ataupun cokelat yang mereka konsumsi.

7.Makan mumi

Pada tahun 1800-an, beredar teori yang sangat aneh di Eropa: untuk kembali sehat, seseorang harus memakan sisa-sisa tubuh manusia yang telah mati. Teori ini begitu diyakini sampai-sampai angka pencurian mumi yang ada di Mesir dan Irlandia meningkat secara drastis.

Menurut majalah Smithsonian, pada tahun 1847, seorang lelaki berkebangsaan Inggris dianjurkan untuk mencampur tengkorak mayat perempuan muda dengan sirup gula. Ia kemudian harus menyuapi makanan tersebut kepada anak perempuannya yang menderita epilepsi agar sembuh. (Naryati)

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close