Trending

Luhut bujuk pimpinan buruh: Rumahmu hebat dan hidup kau hebat, nggak adil

Menteri Koordinator Maritim dan Investasi, Luhut Panjaitan mengetuk hati para pimpinan buruh agar memikirkan ulang pengerahan massa buruh untuk demo mogok nasional tolak UU Cipta Kerja. Luhut bujuk pimpinan buruh apakah mereka bakal bertanggung jawab jika demo mogok nasional menimbulkan kluster baru Covid-19.

Untuk itu, Luhut bujuk pimpinan buruh agar bisa menahan massa buruh yang terjun aksi menolak UU Cipta Kerja. Luhut berharap demo buruh tak berlarut-larut berhari-hari.

Baca juga: Tolak Omnibus law, kader Demokrat makan kebuli diskon 50 persen

Tanya hatimu paling dalam

Dalam program ILC tvOne, Luhut berpesan ke pemimpin buruh bahwa demo buruh besar-besaran dalam beberapa hari ini berpotensi menimbulkan dua kerugian. Pertama investasi bakal lari, dan kedua, potensi lahirnya kluster baru Covid-19.

“Dari sisi investasi rugi, apakah pemimpinnya tanggung jawab kalau buruh tak kerja gara-gara perusahaan itu bangkrut. Itu satu, pikirkan dengan jernih, tanya hatimu paling dalam,” ujar Luhut ke pimpinan buruh dikutip Rabu 7 Oktober 2020.

Awas kluster Covid-19

Demo buruh di depan Gedung DPR. Foto: Antara.
Demo buruh di depan Gedung DPR. Foto: Antara.

Selain kerugian dari sisi investasi, dia menagih apakah pemimpin buruh bakal bertanggung jawab kalau demo buruh melahirkan kluster Covid-19. Kalau itu terjadi, kata Luhut, pemimpin buruh wajib tanggung jawab. Sebab gara-gara instruksi pemimpin buruh itu, massa buruh berkumpul dan terjadi penularan Covid-19.

“Anda tanggung jawab atas klaster baru Covid. Dan kalau itu menimbulkan orang lain meninggal padahal kamu nikmatin, rumahmu hebat kau dapat hidup hebat, kan nggak adil,” kata Luhut.

Baca juga: Luhut jamin nasib buruh lebih baik: Jangan jadi negara alien

Untuk itu, Luhut meminta betul kepada pemimpin buruh untuk berpikir jernih memerintahkan turun aksi buruh di masa pandemi Covid-19. Luhut mengulang lagi potensi Covid-19.

“Pikir jernih sebagai bangsa Indonesia, itu ada tanggung jawab Anda kalau gara-gara Anda berbuat sesuatu yang menimbulkan orang meninggal, kan nggak bagus,” tegasnya.

Luhut bujuk pimpinan buruh

Buruh Aice mogok kerja di depan pabrik
Buruh Aice mogok kerja di depan pabrik. Foto Fsedar.org

Secara khusus, Luhut menyebutkan pesan itu kepada pemimpin buruh seperti Said Iqbal sebagai Presiden Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (FSPMI-KSPI) dan Andi Gani Nena Wea sebagai Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI).

Baca juga: Tragedi mic mati, Andi Arief: ungkap sejarah PDIP jadi oposisi

Luhut meminta Said dan Andi bisa menahan elemen buruhnya untuk tidak turun aksi di masa pandemi ini.

“Saudara Iqbal dan Andi, ya sudah kita ingin jalani baik, Anda baik saya minta kita supaya menahan diri apalagi ini Covid dan musim hujan bisa membuat istri dan anak kita susah. Jangan buat kita semua susah,” katanya.

Datangnya musim hujan menjadi perhatian khusus bagi Luhut yang mendapat tugas khusus dari Jokowi untuk turunkan angka Covid-19. Luhut mengatakan, musim hujan berpotensi meningkatkan angka Covid-19 kalau tidak diantisipasi dengan maksimal.

“Yang saya khawatirkan, ini musim hujan, ini 40 persen laporan BMKG itu akan lebih parah dari normal. Itu pasti akan ada banjir tapi saya sudah koordinasikan dengan para gubernur dan BNPB, bagaimana mereka (korban banjir) mengungsi bagaimana nanti jaga jaraknya,” kata Luhut yang menjabat Wakil Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional itu.

Jamin nasib buruh lebih baik

Demo buruh. Foto: Realita.
Demo buruh. Foto: Realita.

Luhut juga menegaskan Undang-Undang Cipta Kerja atau Omnibus Law tak setitikpun merugikan rakyat. Alih-alih merugikan masyarakat, Luhut menjamin nasib buruh akan lebih baik dengan hadirnya UU Cipta Kerja.

Luhut mengatakan tak ada niatan pemerintah yang menginginkan rakyat, pekerja dan pengusahanya menderita dengan UU Cipta Kerja tersebut.

“Tak ada di Omnibus Law yang rugikan rakyat. Baik itu lingkungan dan laiannya. Kita tak pernah rusak kepercayaan rakyat kita. Yang kita lakukan adalah apa yang berlaku umum, universal, maka kita buat. Sehingga kita jangan jadi negara alien dengan peraturan-peraturan yang aneh, yang tak terintegrasi peraturan satu dengan yang lain, undang-undang yang satu dengan yang lain. Itulah Omnibus Law,” jelas Luhut dalam ILC tvOne, dikutip Rabu 7 Oktober 2020.

Luhut menegaskan hadirnya UU Cipta Kerja ini membuat Indonesia lebih kompetitif di mata dunia, sehingga investor berlomba masuk menanamkan investasinya di Tanah Air dan akhirnya rakyat pekerja, buruh akan mendapatkan manfaatnya

Luhut menjamin nasib buruh dan pekerja bakal lebih menggembirakan ke depan setelah lahirnya UU tersebut.

“Saya jamin pasti akan lebih baik bagi buruh ke depan. Karena pelatihan-pelatihan membuat mereka lebih efisien dan penjaminan-penjaminan semua akan lebih bagus dan itu berlaku universal,” katanya.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close