Hobi

Luis Suarez sebut orang-orang China di Inter cuma pikirkan uang

Legenda Inter Milan, Luis Suarez memberikan komentar pedas kepada pemilik Inter Milan saat ini, Suning Group

Menurut Suarez, saat ini konsorsium asal China itu hanya fokus memikirkan uang dan bisnis, bukannya untuk mengembalikan kejayaan klub.

“Saya tidak tahu Inter versi sekarang yang dikuasai orang-orang China, kecuali para pekerja yang telah bertahun-tahun berada di klub,” kata Luis Suarez seperti dikutip Hops.ID dari Goal.com pada Minggu, 18 Oktober 2020.

Baca juga: Carlos Kaiser, pemain sepak bola yang tidak pernah bermain sepak bola

“Orang-orang ini (Suning) membeli klub bukan untuk membuatnya menjadi hebat lagi, tapi untuk kepentingan bisnis. Mereka tidak tertarik dengan hal lain selain itu,” lanjutnya.

Tak hanya itu, Suarez juga mengatakan bahwa mungkin orang-orang Suning tidak mengenalinya, yang telah menghabiskan banyak waktu di Inter.

“Saya tidak tahu apakah ada yang lupa bahwa saya tidak hanya bermain bagi Inter selama sembilan tahun dan saya memenangkan dua gelar European Cup (sekarang Liga Champions), tapi juga bekerja selama lebih dari 15 tahun dengan Moratti, anak dari Angelo Moratti yang mendatangkan saya sebagai pemain,” tuturnya.

Inter Milan. Foto: Pixabay

“Mereka telah mengubah nama Sports City dan sekarang mereka menyebutnya Suning. Nama Moratti hampir tak terlihat,” imbuh Suarez.

Lebih lanjut, ia juga mengatakan bahwa orang-orang Suning tidak memiliki kultur dan tidak paham sepak bola.

“Mereka tidak memiliki budaya sepak bola, mereka tidak paham sepak bola, hanya uang dan uang,” kata dia.

Seperti diketahui, Inter Milan sejak beberapa tahun belakangan memang selalu kesulitan untuk bertahan di papan atas Serie A Italia.

Terakhir kali Inter merasakan tahun-tahun kejayaan adalah ketika berhasil meraih treble winner pada 10 tahun lalu, yakni musim 2009-2010.

Saat itu di bawah asuhan Jose Mourinho, Inter berhasil menjuarai Liga Champions, Coppa Italia dan Liga Italia.

Era tersebut merupakan era Presiden Masimo Moratti, dan semenjak itu, Inter seolah redup perlahan. Inter sempat diakuisisi oleh pengusaha asal Indonesia, Erick Thohir. Namun akhirnya, pada tahun 2016 lalu, Inter dikuasai oleh Suning, konsorsium asal China.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close