News

Maafkan Satpol PP pemukulnya, Habib Umar: Tak punya penyakit hati

Beberapa hari lalu, video cekcok antara Habib Umar Assegaf Bangil dengan anggota Satpol PP bernama Asmadi viral. Kala itu, kendaraan Habib Umar diminta putar balik oleh patroli PSBB di exit tol Satelit, Surabaya. Suasana memanas, Habib Umar dan Asmadi terlibat perkelahian.

Tapi kini keduanya telah islah. Pihak Kepolisian Jawa Timur membantu mediasi antara Habib Umar dan Asmadi. Lewat unggahan di media sosial, terungkap Asmadi menyambangi kediaman Habib Umar Assegaf di Bangil, Pasuruan, Jawa Timur. Tujuannya untuk menyampaikan permohonan maaf.

Islah antara Habib Umar dengan Asmadi
Islah antara Habib Umar dengan Asmadi. Foto: Instagram

“Minta maaf sebesar-besarnya pada Abah dan seluruh keluarga. Saya minta maaf dari dalam hati yang paling dalam,” katanya, dilihat Hops dari unggahan @lambe_turah, Sabtu 23 Mei 2020. Asmadi mengakui saat itu dalam kondisi khilaf dan lelah. “Sebagai manusia biasa saya minta maaf,” ujarnya.

Baca juga: Satpol PP yang dipukul Habib Umar ‘menang banyak’ setelah minta maaf

Disambut hangat

Setelah mencium tangan Habib, keduanya berpelukan. Kemudian, Habib Umar mengucap doa untuk seluruh yang hadir.

Membalas permintaan maaf Asmadi, Habib Umar menegaskan harus saling memaafkan dan silaturahmi. Terlebih besok adalah hari raya Idul Fitri.

Habib Umar berharap silaturahmi antara dia dan Asmadi tetap berlanjut. “Mudah-mudahan Bapak bisa menjadi ikut dengan saya. Kalau ada tempatan, silaturahmi. Istilahnya walaupun  dua bulan sekali, tiga bulan atau cuma setahun empat kali tidak apa-apa. Kalau memang ada ketempatan jenengan datang ke mari.” Tidak menutup kemungkinan, Habib sendiri yang akan bersilaturahmi ke rumah Asmadi. Ajakan tersebut disanggupi oleh Asmadi.

Islah antara Habib Umar dengan Asmadi
Islah antara Habib Umar dengan Asmadi. Foto: Instagram

Habib Umar kembali menegaskan kalau dia sudah memaafkan. “Semua saya maafkan.”

Untuk intropeksi

Habib Umar menjelaskan kalau dia tidak ada maksud menyakiti. “Jadi saya tidak punya penyakit hati, emosi.” Dia menjelaskan memaksakan mundur saat itu karena ibunda menunjukkan tanda kurang sehat. “Dalam posisi saya maksa mundur karena Ibu saya sesak nafas. Ada keluarga saya juga. Ada anak kecil yang sempat kaget, stres melihat bapaknya.”

Dia pun meminta semua yang terlibat melupakan pengalaman kurang menyenangkan tersebut. “Sebagai pengingat, pelajaran buat kita semua. Untuk intropeksi diri. Kita memiliki banyak kekurangan. Jangan sampai ada yang merasa lebih baik dari orang lain,” ujarnya.

Pertemuan Habib Bahar dengan Asmadi
Pertemuan Habib Bahar dengan Asmadi. Foto: Instagram

Habib Umar kembali mengingatkan lebih baik utamakan dan prioritaskan orang lain. “Ini Indonesia harus kita bela. NKRI. Kita bela bangsa ini harus menjadi adil dan makmur. “ Dia mengajak warga dan para pengikutnya untuk memajukan Tanah Air.

Selain bersilaturahmi dengan Asmadi, Habib Umar sebenarnya juga ingin bertemu dan bermaafan dengan para polisi yang terlibat seteru dengannya. Niatan tersebut dia sampaikan kepada salah satu anggota Polda Jatim yang ikut mengiringi islah.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close