Trending

Mahfud MD jawab kontroversi mal buka tapi masjid ditutup

Berangsur bisnis dan industri mulai menggeliat pasca dibatasi selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Bahkan pusat perbelanjaan dan mal siap dibuka pada 8 Juni mendatang. Sejumlah tempat publik diperbolehkan dibuka, tapi enggak begitu dengan rumah ibadah. Hal ini memicu reaksi kritis dari berbagai pihak. Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD jawab kontroversi terkait hal tersebut.

Tidak langgar hukum

Mahfud MD jawab rasa penasaran publik. “Misalnya kenapa masjid kok ditutup, mal kok dibuka. Saya kira yang dibuka bukan langgar hukum karena ada 11 sektor tertentu yang oleh UU boleh dibuka, oleh protokol,” kata Mahfud dalam konferensi pers secara virtual di Jakarta, Selasa, 19 Mei 2020 dikutip dari Suara.com.

Ia menjelaskan, mal ada yang diizinkan tetap beroperasi karena menyediakan layanan yang termasuk dalam 11 sektor layanan yang dikecualikan dalam penerapan PSBB.

Ilustrasi mal
Ilustrasi mal. Foto: Pexels

Ada pengecualian dalam ketentuan PSBB dan kekarantinaan kesehatan untuk penyedia layanan pemenuhan kebutuhan pangan dan bahan bakar minyak, kesehatan, komunikasi, dan distribusi logistik.

Kegiatan usaha di luar 11 sektor yang dikecualikan untuk sementara tidak boleh beroperasi. Contohnya, pusat belanja furnitur IKEA di Tangerang Selatan diminta untuk tutup sementara saat PSBB.

Baca juga: Pengacara Habib Rizieq dipersulit jenguk Habib Bahar, ini sih mancing provokasi

Walaupun boleh beroperasi selama pandemi,  kegiatan usaha di 11 sektor yang dikecualikan harus mengacu pada protokol kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19.”Ada penegakan protokol kesehatan yang dikawal penegakan keamanan. Jadi strateginya penegakan protokol keamanan,” kata dia.

Kekecewaan MUI

Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas menyatakan heran dengan kebijakan saat ini. “Di satu sisi kita tegas dalam menghadapi masalah, tapi di sisi lain kita longgar, sehingga usaha kita untuk membendung dan menghentikan secepatnya penyebaran virus Corona tersebut menjadi terkendala karena adanya ambivalensi sikap dari pemerintah yang tegas dengan rumah ibadah tapi tidak tegas dengan lainnya,” ujar Anwar, beberapa waktu lalu, dikutip dari Sindo.

Sekjen MUI Anwar Abbas. Foto: PWNU.
Sekjen MUI Anwar Abbas. Foto: PWNU.

Padahal, MUI sudah melakukan banyak cara untuk memutus mata rantai pandemi. Termasuk meminta umat Islam untuk beribadah di rumah.“Tapi yang jadi pertanyaan kenapa pemerintah hanya tegas melarang orang untuk berkumpul di masjid tapi tidak tegas dan tidak keras dalam menghadapi orang-orang yang berkumpul di pasar, di mal-mal, di bandara, di kantor-kantor dan di pabrik-pabrik, serta di tempat-tempat lainnya,” ucap Anwar Abbas.

Mengenai kekecewaan tersebut, Mahfud mengatakan,”Mungkin saya tidak lihat juga kalau ada MUI kecewa dengan apa yang terjadi. Pertama, itu kan pernyataan orang MUI, bukan MUI-nya yang menyatakan.”

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close