Trending

Makna luar biasa permainan Hompimpa, ajaran leluhur andalkan Tuhan

Siapa yang tak mengenal kalimat legenderis ‘Hompimpa Alaium Gambreng’? Ternyata permainan Hompimpa menyimpan makna luar biasa yang dibuat oleh para leluhur.

Kalimat unik ini sudah turun-temurun dilakukan oleh anak-anak di Indonesia sebelum bermain. Beberapa daerah menyebut kegiatan ini dengan nama gambreng.

Baca juga: Mengenal sejarah Kapal Pinisi, saksi bisu kehebatan pelaut Nusantara

Bahkan di Jakarta khususnya pada budaya Betawi, kalimat itu diberikan tambahan beberapa kata menjadi “Hompimpa alaium gambreng, Mpok Ipah pakai baju rombeng”.

Generasi 90-an pasti nggak bakal asing nih sama yang namanya hompimpa atau gambreng. Pasalnya, sejak kecil saja mereka sudah disuguhi tontonan seperti Si Unyil dan berbagai acara TV anak-anak lain yang identik banget sama hompimpa.

Makna luar biasa permainan Hompimpa. Foto: Suara.com
Makna luar biasa permainan Hompimpa. Foto: Suara.com

Syarat melakukan hompimpa yaitu dilakukan oleh tiga orang atau lebih, hal ini difungsikan untuk menentukan siapa saja yang terpilih sebagai pemenang. Namun yang terpilih tidak saja terbatas sebagai pemenang, bisa saja sebagai yang kalah tergantung kesepakatan awal.

Caranya pun cukup mudah alias sangat sederhana, para pemain yang terdiri lebih dari tiga orang akan berkerumun membentuk lingkaran. Lalu mengucapkan kalimat ‘Hompimpa alaium gambreng’ secara bersama-sama sambil mengayunkan tangan ke atas-bawah dan ke kanan-kiri.

Setelah kalimat gambreng diucapkan, para peserta langsung memperlihatkan pilihannya masing-masing berupa telapak tangan terbuka menghadap ke atas atau bagian punggung tangan dengan telapak tangan menghadap ke bawah.

Nah usut punya usut, ternyata hompimpa memiliki makna mendalam loh Hopers.

Menurut berbagai sumber, budaya warisan leluhur bangsa kita ini konon sesungguhnya berbunyi:

“Hongpimpa alaihong gambreng!”

Kalimat berbunyi tradisional yang biasa digunakan untuk mengawali sebuah permainan ini berasal dari bahasa Sansekerta, hompimpa alaium berarti “dari Tuhan kembali ke Tuhan”, lalu kata gambreng bermakna sebuah ajakan untuk bermain bersama, yakni “ayo main bareng!”.

Makna luar biasa permainan Hompimpa. Foto: bloginfoseputardunia.blogspot.com
Makna luar biasa permainan Hompimpa. Foto: bloginfoseputardunia.blogspot.com

Wah emang nggak ada habisnya kekaayaan bahasa dan prinsip hidup leluhur di nusantara. Bayangkan, untuk bermain saja para leluhur kita tetap meningat Sang Pencipta.

Lantas, kira-kira maksudnya apa sih?

Jadi, semboyan dari Tuhan kembali ke Tuhan dimaknai sebagai semua yang ada dan yang terjadi di dalam dunia ini bukanlah terjadi secara kebetulan, tetapi ada yang menciptakan.

Oleh sebab itu, apa pun yang terjadi, kita sebagai mahluk ciptaan-Nya akan kembali ke asal yang sama, yaitu Tuhan yang Maha Kuasa.

Para leluhur kita telah mengenalkan keberedaan Tuhan melalui berbagai cara. Intinya, dalam segala kegiatan kita harus mengandalkan Tuhan, sekalipun dalam hal permainan dikalangan anak-anak.

Uniknya, makna yang sama dapat kita temui dalam falsafah hidup ajaran jawa kuno, yang berbunyi: “Urip iku saka Pangeran, bali marang Pangeran”, yang berarti kehidupan berasal dari Tuhan dan akan kembali kepada Tuhan.

Ilustrasi leluhur jawa. Foto: rakyatjelata.com
Ilustrasi leluhur jawa. Foto: rakyatjelata.com

Selain ajaran tentang mengandalkan Sang Pencipta, hompimpa juga mengandung nilai kehidupan lainnya seperti hidup rukun meskipun berbeda pilihan, sportif dalam menerima keputusan bersama, berani mengungkapkan pilihan, memupuk rasa persaudaraan, dan bersikap adil.

Gokil ya Hopers, meski terlihat sederhana dan sepele ternyata mengandung makna yang luar biasa di dalamnya.

Yuk kita jaga warisan budaya leluhur kita, jangan sampai generasi penerus bangsa melupakan jati dirinya sebagai bagian dari sebuah bangsa yang kaya dan hebat!

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close