Unik

Manusia ‘Bunglon’? Tidak selamanya berkonotasi negatif

Ketika seseorang dikatakan seperti ‘bunglon’, apa yang terlintas dalam benak kalian?

Tentu akan muncul stigma / pandangan yang negatif. Seperti yang diketahui, manusia ‘bunglon’ tentu saja bukan dalam arti yang sebenarnya, namun hanya sebuah istilah atau peribahasa yang menggambarkan karakter atau watak seseorang yang berubah-ubah.

Padahal, tidak selamanya menjadi bunglon itu berkonotasi negatif. Kemampuan beradaptasi manusia seperti halnya hewan reptil yang mampu mengubah-ubah warna kulitnya untuk menyamarkan diri itu sangat diperlukan.

Pasalnya, berada di tempat yang baru membutuhkan adaptasi yang cepat. Bagaimana seseorang dapat menyesuaikan dengan lingkungan baru, tatanan kehidupan yang baru, diperlukan kemampuan penyesuaikan diri yang baik, dan bahkan cepat tanggap dalam menyikapinya.

Bunglon. Foto: Thoughtco
Bunglon. Foto: Thoughtco

Pembelajaran berharga lainnya dari bunglon adalah penunjukkan ekspresi. Pada kasus pertikaian dua bunglon jantan, kombinasi warna cerah adalah tanda bahwa bunglon tersebut memiliki kekuasaan di tempat itu, sedangkan kombinasi warna kusam adalah tanda bahwa bunglon menyerah.

Nah di dalam hal ini, manusia dituntut untuk selalu survive dalam perjuangannya mempertahankan hidup. Kebahagiaan akan terpancar manakala berhasil, sebaliknya penderitaan akan dirasakan apabila tidak berhasil dalam perjuangannya.

Oleh karena itu, ada makna positif dari sifat bunglon yaitu, memiliki sifat flexible, lentur dalam bergaul, tidak kaku dan terpenjara dengan zona nyamannya, selalu dapat menyesuaikan diri dengan adat istiadat setempat, menyerap dan mengimplemtasikan berbagai regulasi, serta cepat beradaptasi dengan berbagai sistem yang ada.

Tentunya harus tetap menjunjung tinggi etika dan estetika yang berlaku, agar tidak menimbulkan pandangan yang negatif dari masyarakat dan lingkungan sekitar.

Liu Bolin si manusia ‘bunglon’

Liu Bolin. Foto: LiuBolinStudio
Liu Bolin. Foto: LiuBolinStudio

Pria ini memiliki keahlian menyamarkan diri ini, membuat kita kadang sulit mengenali keberadaannya. Liu Bolin adalah seniman asal China. Dia dikenal dengan julukan The Invisible Man.

Liu mempunyai kemampuan kamuflase layaknya bunglon. Bahkan dirinya sempat membuat projek bertajuk Hiding the City, di mana ia ingin menarik perhatian orang-orang pada isu sosial yang penting di negaranya.

Ia memulai aksinya ini sejak 17 November 2005. Dia mengaku banyak orang yang telah membantu projek ini.

“Teman saya datang untuk membantu saya di awal, saya punya asisten sendiri nanti. Jadi ada banyak orang yang membantu saya melakukan penyamaran dalam karya seni seri kota,” kata Liu, dilansir dari Detik (13/10/2018).

“Beberapa dari mereka melukis, beberapa dari mereka mengambil video, beberapa dari mereka memfilmkan,” lanjut Liu.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close