Fit

Mamah Dedeh positif covid-19, statusnya pasien berisiko tinggi

Pendakwah Mamah Dedeh atau Dedeh Rosidah dikabarkan positif covid-19. Kabar tersebut berdasarkan tayangan Program Selebrita Rabu 18 November 2020.

Informasi tersebut juga dibenarkan oleh ketua RW di area kediaman Mamah Dedeh. Dalam tayangan tersebut terlihat rumah Mamah Dedeh di Depok Pancoran sepi dari lalu lalang.

Baca juga: Gara-gara video ini Mamah Dedeh dicap Ustazah ‘kasar’, endingnya ngeselin

“Saya ditelepon anaknya, saudaranya yang terdekat, itu hari Jumat pagi. Katanya Mamah positif dan berada dirawat di rumah sakit,” ujar Ketua RW Susanto di kanal YouTube Trans7 Lifestyle.

Ia memberi keterangan bahwa tak lama setelah kabar tersebut merebak, pihak pengurus wilayah setempat melakukan pengamanan.

“Setelah kabar itu, kami selaku pengurus RW melakukan tindakan. Kami melapor ke bagian satgas di Puskesmas. Alhamdulillah mereka respons baik dengan sigap dan mendata,” tambahnya.

Tak hanya itu, pihak RW juga mengatakan telah bergegas ke rumah Dedeh dan melakukan tindakan penyemprotan cairan disinfektan di area tersebut.

ustazah tajir

Susanto menjelaskan bahwa Mamah Dedeh hanya tinggal dengan asisten rumah tangga (ART) yang disapa Mbak. Lantaran demikian, ia meminta tolong agar si Mbak diperhatikan karena sedang kurang sehat.

“Kebetulan Mamah berpesan, tolong mbak ditengok karena kurang sehat. Sabtunya hasil test keluar, ternyata positif dan langsung dirawat juga,” jelasnya.

Susanto pun mengatakan, untuk mengantisipasi penyebaran covid-19 lebih lanjut di wilayahnya, pihaknya akan melakukan penyemprotan disinfektan kembali di kemudian hari.

Lansia berisiko tinggi covid-19

Usia Mamah Dedeh yang menginjak 69 tahun termasuk dalam pasien lansia yang berisiko tinggi covid-19.

Menurut data statistik global, lansia merupakan salah satu kelompok yang rentan dan berisiko lebih tinggi terhadap infeksi virus corona. Salah satu yang paling menonjol adalah orang-orang lanjut usia.

Sebagai contoh, negara yang paling terdampak dari COVID-19 adalah Amerika Serikat dengan 35 persen kasus COVID-19 di sana adalah mereka yang berusia lebih dari 65 tahun.

Lalu apa yang menyebabkan mereka sangat rentan terhadap penyakit ini?

Sebenarnya, bukan hanya terhadap COVID-19, orang-orang usia lanjut memang rentan mengalami berbagai penyakit, termasuk diabetes, jantung, kanker, dan lainnya. Alasan yang paling bisa menjelaskan hal tersebut adalah sistem imun mereka.

Ya, seiring bertambahnya usia, sistem imun pun ikut mengalami penurunan kemampuan dalam memberi respons terhadap agen penyebab infeksi, termasuk virus. Hal tersebut menyebabkan mereka lebih rentan terserang berbagai penyakit.

Salah satu bagian penting dari sistem imun adalah sel darah putih yang diproduksi oleh sumsum tulang belakang. Sel ini akan berperan sebagai “pasukan” yang melindungi tubuh bila terserang kuman.

Namun, pada lansia, produksi sel darah putih semakin lambat. Selain itu, kemampuan sel imun untuk mengenali agen penyebab penyakit juga semakin menurun. Inilah yang membuat mereka semakin lemah dalam menghadapi virus corona.

Selain rentan terinfeksi, orang-orang usia lanjut juga sangat rentan mengalami gejala yang berat atau risiko komplikasi hingga kematian akibat COVID-19.

Mamah Dedeh dari tangkapan layar Youtube Indosiar.
Mamah Dedeh dari tangkapan layar Youtube Indosiar.

Berdasarkan data dari WHO, lebih dari 95 persen kematian akibat virus corona berasal dari kelompok usia lebih dari 60 tahun. Lalu, lebih dari 50 persen yang mengalami gejala berat adalah mereka yang berusia lebih dari 80 tahun ke atas.

Selain faktor kemampuan sistem imun yang menurun, banyaknya lansia yang memiliki penyakit kronis (komorbid) sebelum terinfeksi virus corona juga menjadi salah satu faktor tingginya angka kematian pada kelompok usia mereka.

Contohnya, di Australia, 4 dari 5 lansia memiliki paling tidak satu penyakit kronis, seperti diabetes, hipertensi, atau kanker.

Baca juga: Abdel Achrian bongkar sifat asli Mamah Dedeh, dulu dikira galak

Pada banyak kasus, infeksi virus corona akan memperparah berbagai penyakit kronis yang sebelumnya dimiliki. Jika seseorang sebelumnya telah memiliki penyakit jantung koroner dan sedang terinfeksi COVID-19, maka penyakit jantungnya akan kambuh bahkan jadi makin parah.

Selanjutnya, ia cenderung meninggal bukan karena COVID-19 secara langsung, melainkan karena penyakit jantung yang dideritanya.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close