Fit

Manfaat bunga rosela ampuh turunkan berat badan dan atasi hipertensi

Bunga Rosela atau Rosella (Hibiscus sabdariffa) memang banyak dikenal sebagai tanaman hias pekarangan yang masih satu famili dengan kembang sepatu.

Kini Rosela telah banyak dikenal orang sebagai salah satu herbal yang berguna dalam pengobatan tradisional hingga diyakini mampu turunkan berat badan. Khasiat tersebut membuat bunga cantik berwarna merah ini populer di dalam dan luar negeri.

Baca juga: WHO restui herbal untuk pengobatan infeksi virus covid-19

Tanaman herbal yang juga disebut asam paya, asam kumbang, atau asam susur di Malaysia ini memiliki keunikan karena kelopak bunganya dapat diseduh menjadi minuman menyegarkan baik hangat maupun dingin.

Minuman bunga rosela
Minuman bunga rosela foto: pixabay

Konsumsi bunga rosela ternyata terdapat hampir di seluruh dunia seperti benua asalnya, Afrika. Di sana rosela banyak diolah menjadi selai atau jeli, sirup, permen, dan puding.

Di Jamaika, bunga rosela bahkan dimakan mentah sebagai salad buah, sementara di Sudan, rosela diminum dengan campuran garam, merica, dan tetes tebu yang berkhasiat menghilangkan efek mabuk dan mencegah batuk. Bahkan di Sudan inilah bunga rosela diproses menjadi minuman tradisional yang disebut ‘Karkadeh’ dan merupakan minuman nasional bangsa Sudan.

Besarnya manfaat rosela membuat tanaman yang sering dimanfaatkan untuk diet ini banyak diproduksi di berbagai negara seperti Cina, Thailand, Malaysia, Sudan, Meksiko, Mesir, termasuk Indonesia.

Bagian tanaman rosela yang banyak dimanfaatkan adalah kelopak bunganya yang setelah diteliti pakar kesehatan modern maupun tradisional di berbagai dunia, diketahui mengandung zat-zat penting yang diperlukan tubuh seperti vitamin C, vitamin A, protein esensial, kalsium, serta berbagai asam amino termasuk arginina dan legnin yang berperan dalam proses peremajaan sel.

Hipertensi hingga anti kanker

Berbagai khasiat rosela dalam kesehatan telah lama dikenal orang. Hal ini semakin diperkuat dengan berbagai penelitian yang dilakukan untuk mengetahui kegunaan rosela dalam dunia medis.

Berbagai penelitian tersebut menyebutkan bahwa rosela memiliki bermacam manfaat antara lain: menurunkan hipertensi atau tekanan darah tinggi, mencegah asam urat, diabetes melitus, membantu pengobatan pada ketagihan atau ketergantungan obat, aprosidiak (meningkatkan gairah seksual), diuretik (melancarkan buang air kecil), detoksifikasi (menetralkan racun), menurunkan absorpsi alkohol, serta sebagai antikanker.

Selain itu rosela juga berguna dalam dunia kecantikan karena dapat menghaluskan kulit dan mengurangi keriput, melangsingkan dan menurunkan berat badan, seperti dilansir esgreen.com.

Penelitian sebagai anti hipertensi dilakukan Mauren Williams, ND, seorang doktor dari Bastyr University, Seattle, Amerika Serikat yang melibatkan 70 orang yang setengahnya meminum teh rosela sekali sehari.

Setelah satu bulan, sekitar 79 persen dari orang yang meminum teh rosela mengalami penurunan tekanan darah. Berdasarkan studi kasus tersebut dinyatakan memiliki efek antihipertensi yang berasal dari kandungan antioksidan alaminya.

Antioksidan inilah yang mencegah oksidasi LDL (Low Density Lipoproteins), sebuah senyawa dalam tubuh dapat menyebabkan tekanan darah tinggi. Ahli tanaman obat di Senegal bahkan merekomendasikan ekstraknya untuk menurunkan tekanan darah.

Bunga Rosela
Bunga Rosela foto: Pixabay

Sebuah penelitian lain yang dilakukan ilmuwan Chung San Medical University di Taiwan, Chau-Jong Wang, menyatakan bahwa konsumsi bunga ini mampu mengurangi resiko penyakit jantung karena terbukti secara klinis mampu mengurangi jumlah plak yang menempel pada dinding pembuluh darah.

Manfaat lain dalam buku “Healing Herbal Teas” disebutkan bahwa bunga tersebut mengandung sekitar 6,7 mg asam askorbat (vitamin C) serta sering digunakan sebagai suplemen untuk membantu penyembuhan batuk dan flu.

Bunga ini juga memiliki efek menyejukkan sehingga dapat mengurangi perasaan tidak nyaman akibat demam yang ditimbulkan penyakit tersebut.

Penelitian sebagai antioksidan dilakukan Ir. Didah Nurfaridah (2005) dari Institut Pertanian Bogor, yang menemukan bahwa kandungan antioksidan pada kelopak kering lebih besar dibandingkan tanaman kumis kucing.

Kandungan antioksidan pada kelopak tersebut dapat menghambat radikal bebas penyebab berbagai penyakit degeneratif seperti ginjal, diabetes, penyakit jantung, kanker, termasuk penuaan dini.

Baca juga: Manfaat lidah buaya untuk kecantikan dan kesehatan tubuh

Dia juga menambahkan bahwa semakin merah kelopak bunga, maka akan semakin masam dan lebih banyak mengandung antosianin yang merupakan antioksidan tingkat tinggi.

Penelitian lain yang serupa dilakukan Hui-Hsuan Lin dari Chung San Medical University, Taiwan yang menyatakan bahwa bunga ini memiliki senyawa antioksidan yang dapat membunuh sel kanker.

Selain itu sebuah penelitian lain dari DE-Xing Hou di Kagoshima University, Jepang menyebutkan potensi bunga tersebut untuk mengatasi kanker darah leukemia.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close