Trending

Marzuki Alie cecar SBY sampai bilang barang bagus cuma menang ini…

Kisruh partai demokrat rupanya tak kunjung berakhir meski pemerintah melalui Menkumham menolak Partai Demokrat Moeldoko. Berbagai cecaran terus dilakukan berbagai mantan kader, salah satunya Marzuki Alie yang menyerang SBY melalui statemen cuitannya.

Tak tanggung-tanggung cecaran yang dilontarkan Marzuki Alie ini berani menyebut SBY sebagai barang bagus karena pintar memasarkan produk yang kemudian mendapat kepercayaan di masyarakat.

Meski memuji SBY sebagai barang bagus, Marzuki Alie menyatakan banyak sekali narasi-narasi dungu yang membuat kita bertanya apa benar mereka hasil dari proses pendidikan yang salah.

Politisi Partai Demokrat Marzuki Alie
Politisi Partai Demokrat Marzuki Alie. Foto: Marzukialie.com

“Saya hanya ingin mengumpakan, ada produk yang gak bagus2 amat, tapi karena keahlian dalam memasarkan, produk itu dibeli masyarakat. Itulah contoh sby barang bagus,” katanya.

Dijelaskannya, sebenarnya ada barang bagus di masyarakat, tapi karena tak bisa memasarkan dan tak ada jaringan distribusi yang kuat maka yakinlah produk bagus pun belum tentu dikenal oleh pasar.

“Itulah guna belajar marketing. Untuk politik ada konsentrasi marketing politik. Dengan online saja saat ini gak gampang,” ujarnya

SBY bersalaman dengan Megawati
SBY bersalaman dengan Megawati pada 2017. Foto Instagram @pkl_dinkominfo/Biro Pers Istana

Popularitas SBY ditakar Marzukie Alie

Menjawab hal tersebut, Marzukie Alie kemudian menyebutkan jika popularitas SBY sebelumnya sangat jauh jika dibandingkan dengan Ketum PDIP Megawati . Dimana SBY saat itu hanya memiliki popularitas dibawah 20 persen.

Kehebatan SBY tentu tak lepas karena dirinya mampu membentuk jaringan  partai, fans club dll secara perlahan SBY semakin dikenal dengan tagline SBY Demokrat. Demokrat SBY dan berbagai simbol lain yang menggambarkan penyatuan SBY dan Demokrat.

“Coba dicek awalnya, sby hanya dikenal jauh dibawah ibu megawati. Sekitar 15%. Namun dengan membentuk jaringan partai, fans club, dll secara perlahan sby semakin dikenal dengan tagline sby demokrat, demokrat sby. Mkanya sy samapaikan banyak barang bagus kalah krn mslh marketing,” tegasnya.

Ketua Umum Partai Demokrat, AHY
Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono. Foto Tangkapan layar Youtube Kompas TV.

SBY dilaporkan polisi

Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dilaporkan ke Mabes Polri oleh sekelompok massa yang mengatasnamakan Garda Demokrasi 98 pada Rabu 7 April 2021.

Laporan tersebut berkaitan dengan habisnya batas waktu yang ditentukan bagi keduanya untuk meminta maaf kepada Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan jajarannya karena melibatkan Jokowi dalam kisruh di tubuh Partai Demokrat melawan kubu KLB Moeldoko.

Dilansir laman Suara pada Rabu 7 April 2021, Sekretaris Jenderal Garda Demokrasi 98 Azwar Furqutyama mengatakan, pelaporan dibikin lantaran AHY telah menuding pemerintahan Presiden Jokowi terlibat dalam kudeta Partai Demokrat.

Dalam hal ini, Garda Demokrasi 98 berharap agar nantinya hidup berdemokrasi di Tanah Air tidak dibangun dengan cara fitnah.

“Maka kami berharap demokrasi ini dibangun dengan baik dengan cara-cara yang beretika dan tidak mengedepankan fitnah. Karena selama ini AHY, menuding pemerintahan Jokowi terlibat dalam pengambilalihan Partai Demokrat,” kata Azwar di Bareskrim Polri.

Terpisah, kuasa hukum Garda Demokrasi 98, Yan Warinson mengatakan laporan itu dibuat lantaran AHY dan SBY, serta pimpinan Partai Demokrat lainnya diduga berupaya memfitnah pemerintah. Adapun sejumlah dokumen turut dilampirkan seperti pemberitaan di media massa.

“Beberapa dokumen-dokumen di sini jelas dikatakan sempat tuding pemerintah ikut dalam kudeta, berharap AHY-SBY legowo minta maaf ke Jokowi,” ungkap Yan.

Atas dasar itu, kubu Garda Demokrasi 98 menyatakan jika SBY dan AHY telah melanggar Pasal dari KUHP, Pasal 207, Pasal 310, Pasal 311, dan UU nomor 1 tahun 1946, Pasal 14 ayat 1 dan 2 dan Pasal 15. Dengan demikian, tindakan pelaporan harus ditempuh oleh pihaknya.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close