Fit

Mas kawin ke Khadijah Rp1 M, UAS kisahkan kekayaan Nabi Muhammad

Sebagian umat Islam pasti masih ada yang bertanya-tanya soal bagaimana kehidupan Nabi Muhammad SAW dahulu. Apakah Nabi Muhammad SAW sosok yang kaya atau miskin.

Setidaknya pertanyaan itu juga disampaikan salah seorang jemaah Ustaz Abdul Somad dalam sebuah majelis. Mengapa jadi pertanyaan, sebab sosok Nabi Muhammad SAW acap digambarkan sebagai pedagang yang ulung, sejak remaja.

Baca Juga: Cara bersihkan jantung dalam konsep Islam, cukup minum ini 3 sendok

Tetapi di satu kisah, dia pernah menaruh batu di perutnya untuk menahan lapar. “Saya bertanya Pak Ustaz, dalam satu kajian disebutkan kalau Nabi Muhammad miskin, sementara di kajian lainnya bilang kalau Nabi Muhammad punya ke-kaya-an melimpah, yang mana yang betul?” ungkap salah seorang jemaah.

Atas pertanyaan ini, Ustaz Abdul Somad pun langsung menjawab. Dia kemudian mengisahkan ketika Nabi Muhammad memberi mahar mas kawin ke Khadijah binti Khuwailid –istri pertama Nabi– dengan 20 ekor unta, ditambah sederet uqiyah emas.

Gurun Sahara. Foto: CNN.
Gurun Sahara. Foto: CNN.

Total mas kawinnya jika ditotal mencapai Rp1 miliar. “Nah kira-kira kalau ada anak lajang 25 tahun menikah, maharnya Rp1 miliar, kaya atau miskin?” kata UAS disitat dalam saluran Youtube, Jumat 1 Mei 2020.

Di dalam riwayat yang lain, UAS membenarkan Nabi Muhammad pernah menggantung batu di perutnya. Batu bulat itu, kata UAS, diikat di perut menggunakan kain panjang.

“Karena perut itu kalau usus kena ikat itu bisa menahan lapar. Kalau tak diikat berbunyi-bunyi dia. Pernah itu? Ya sahih hadisnya. Bukankah nabi kita itu orang yang kaya, dengan memberi mahar unta kepada calon istrinya? Dia ngasih unta ke Khadijah itu kapan? umur 25,” kata UAS.

UAS menceritakan, Nabi Muhammad juga pernah merasakan hidup miskin saat perjuangan Islam, dan awal masuk ke Madinah. Di saat itulah Rasulullah mengikatkan perutnya dengan baru agar menahan lapar.

“Tapi tahun kedua hijriah, waktu Perang Badar, naik lagi (ke-kaya-annya), ketika itu Nabi Muhammad dapat rampasan perang sebanyak 50 ribu keping uang emas Dinar.”

“Satu kepingnya 4,25 gram atau setara Rp2 juta, coba dikali 50 ribu keping, sama dengan Rp100 miliar. Nah jatah nabi dikasih seperlima, yakni 20 persen. Kalau begitu nabi dapat jatah Rp20 miliar. Nah, kalau ada orang punya duit Rp20 miliar, kaya atau miskin?” kata UAS panjang.

Hidup bersahaja

UAS mengakui ada sejumlah pihak yang menyebut Nabi Muhammad tidak meninggalkan apa-apa berupa harta. Tetapi, kata UAS, bukan berarti beliau miskin, melainkan Nabi Muhammad memilih hidup bersahaja.

“Bedakan antara orang yang hidup bersahaja dengan miskin melarat tak punya apa-apa. Jangan tarik kesimpulan dari satu hadist. Nabi tidak miskin, tidak pula hidup berlebih-lebihan.”

Kisah ke-kaya-an Nabi Muhammad setidaknya juga disampaikan penceramah kondang Ustaz Adi Hidayat. Kata Ustaz Adi, Nabi Muhammad dahulu selalu berkurban rata-rata 100 ekor.

Salah satu masjid di Kuwait
Salah satu masjid di Kuwait. Foto Instagram @renjishs

Walau begitu, ada yang cukup menyita perhatiannya, di mana Rasulullah rupanya tidur di ruangan sempit. Ini menggambarkan kalau beliau tidak hidup berlebih-lebihan.

“Dalam sebuah hadist, ketika Aisyah (istrinya) tertidur lalu tangannya bergerak, terkena kaki suaminya. Itu tandanya ruangannya sempit. Bayangkan, selonjoran saja terkena kaki suaminya. Dan tidak mungkin tangan terkena kaki kalau tidak tidurnya tanpa alas. Kaau pakai kasur seperti sekarang, kenanya pasti pahanya,” kata Ustaz Adi Hidayat.

Artinya, kata dia, alas tidurnya begitu sederhana, ruangannya begitu sempit, tapi dia masih bisa berkurban sampai 100 ekor.

“Lalu Nabi Muhammad kaya atau miskin? Kaya. Kalau disebut paling kaya, karena sedekahnya paling banyak. Disebut miskin? Miskin, karena tempat istirahatnya begitu sempit.”

“Ternyata dia miskin urusan dunia, tapi kaya urusan akhirat.”

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close