Trending

Masih makan dan minum setelah waktu imsak? Ternyata begini hukumnya

Banyak yang bertanya soal hukum makan dan minum setelah waktu imsak. Pasalnya, sebagian orang menyebut kalau imsak adalah tanda bahwa waktu puasa sudah dimulai. Sehingga, tidak diperkenankan lagi untuk makan dan minum.

Namun menurut Syekh Abul Hasan Ali bin Muhammad bin Habib Al-Mawardi dalam kitabnya berjudul Al-Iqna’ Fil Fiqhi Asy-Syafi’I, waktu dimulainya puasa adalah ketika matahari terbit. Kapan itu? Simak ulasan berikut.

Hukum makan dan minum setelah imsak

Menjalani sahur sebelum ibadah puasa hukumnya sunah karena dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Ada yang menghentikan waktu sahur saat imsak, ada juga yang menunggu azan subuh. Dilansir dari Suara menurut Syekh Abul Hasan Ali bin Muhammad bin Habib Al-Mawardi dalam kitabnya berjudul Al-Iqna’ Fil Fiqhi Asy-Syafi’I, waktu dimulainya puasa adalah saat terbitnya matahari.

“Waktu berpuasa adalah dari terbitnya fajar kedua sampai tenggelamnya matahari. Akan tetapi (akan lebih baik bila) orang yang berpuasa melakukan imsak (menghentikan makan dan minum) sedikit lebih awal sebelum terbitnya fajar,” (Teheran: Dar Ihsan, 1420 H, hlm. 74).

­Sementara menurut Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas, umat Muslim harus menghentikan makan dan minum ketika waktu salat subuh tiba.

Makan sahur
Ilustrasi makan sahur ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/hp.

“Oleh karena itu supaya puasa kita tidak rusak kita harus berhati-hati. Sebaiknya 5-10 menit sebelum waktu salat subuh tiba kita sudah selesai dengan persoalan makan dan minum,” ungkap Anwar melansir Kompas.

Sementara arti imsak sendiri adalah menahan, yakni menahan diri dari hal-hal yang dilarang oleh agama ketika berpuasa. Termasuk makan dan minum. Waktu imasak sendiri ditetapkan 10 menit sebelum azan subuh berkumandang sebagai bentuk kehati-hatian. Hal itu berarti, jika ada umat Muslim yang masih makan dan minum saat imak, tidak masalah. Asalkan tidak lewat hingga azan subuh.

“Jadi waktu imasak artinya wakti di mana kita mulai menahan diri untuk tidak makan dan minum. Imsak boleh (makan) tapi hati-hati jangan kebablasan sehingga waktu subuh sudah masuk. Oleh karena itu adanya teriakan-teriakan melalui loadspeaker atau sirine supaya kita sudah siap-siap untuk berpuasa karena beberapa menit lagi waktu subuh sudah akan tiba,” ujarnya.

Dua macam azan

Dia pun menjelaskan dua macam azan, yakni pertama dan kedua. Azan pertama dikumandangkan untuk mengingatkan umat Muslim waktu salat subuh sudah dekat. Sementara azan kedua menandakan waktu subuh sudah tiba.

Azan
Ilustrasi kumandang azan Foto: NU Online

“Kalau makan ketika mendengar azan yang pertama makan dan minum masih boleh tapi kalau yang kedua tidak lagi boleh,” pungkasnya.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close