Fit

Mata merah dan perih jadi gejala baru covid-19, kenali ciri-cirinya

Gejala covid-19 masih muncul beragam.

Hampir satu tahun pandemi COVID-19 berlangsung. Beberapa negara masih mengembangkan vaksin, namun hingga kini status virus corona SARS CoV-2 ini masih terus berkembang.

Gejala terbaru yang dilaporkan adalah sakit mata yang disebut bisa menjadi salah satu indikator COVID-19. Dilansir Science Daily sebuah penelitian ilmuwan di Anglia Ruskin University (ARU) di Inggris menyebut bahwa konjungtivitis punya keterkaitan dengan covid-19.

“Ini adalah studi pertama yang menyelidiki berbagai gejala mata yang mengindikasikan konjungtivitis dalam kaitannya dengan COVID-19,” kata pemimpin studi, Profesor Shahina Pardhan dari Vision and Eye Research Institute di ARU.

Konjungtivitis seperti dikutip dari Mayo Clinic merupakan peradangan atau infeksi pada selaput transparan (konjungtiva) yang melapisi kelopak mata dan menutupi bagian putih bola mata. Selain membuat mata merah, konjungtivitis bisa membuat mata terasa perih.

Air mata
Air mata foto: pixabay

Ketika pembuluh darah kecil di konjungtiva meradang, maka mereka lebih terlihat dan inilah yang menyebabkan bagian putih mata seserang tampak kemerahan atau merah jambu. Biasanya masalah ini ditandai mata merah disertai rasa gatal dan mata berair.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal BMJ Open Ophthalmology itu menemukan, 16 persen partisipan yang terkena COVID-19 mengaku mengalami sakit mata. Sementara hanya 5 persen dari mereka yang pernah mengalami kondisi tersebut sebelum terdiagnosis COVID-19.

Temuan lainnya menunjukkan, dari 83 responden sekitar 81 persen melaporkan masalah mata dalam dua minggu setelah gejala COVID-19 lainnya dan 80 persen partisipan melaporkan mengalami masalah mata berlangsung kurang dari dua minggu.

Di sisi lain, sebanyak 18 persen orang melaporkan menderita fotofobia atau sensitivitas cahaya sebagai salah satu gejala mereka dan kondisi ini meningkat 5 persen dari keadaan sebelum terkena COVID-19.

Sebelumnya kelopak mata sayu juga jadi gejala covid-19

Kacamata berkabut
Kacamata berkabut Photo: Pixabay

Sebelumnya sebuah laporan kasus dalam Annals of Internal Medicine merinci proses 3 pasien Covid-19 di Italia.

Dalam laporan itu ditulis bahwa menurunnya kelopak mata disebabkan oleh melemahnya kekuatan otot mata. Mereka mengembangkan gejala terkait dengan kelainan autoimun pelemahan otot langka yang disebut myasthenia gravis atau miastenia gravis.

Tim dari Rumah Sakit Garibaldi di Catania, Italia mengatakan temuan itu adalah pertama kalinya virus corona menyebabkan kelainan tersebut.

Miastenia gravis adalah kondisi langka jangka panjang yang menyebabkan kelemahan otot. NHS mengatakan itu kondisi autoimun, yang berarti hasil dari sistem kekebalan tubuh yang keliru menyerang bagian tubuh sehat.

“Pada miastenia gravis, sistem kekebalan merusak sistem komunikasi antara saraf dan otot. Sehingga kondisi ini membuat otot lemah dan mudah lelah,” jelas NHS.

Menurut laporan kasus, pasien didiagnosis dengan miastenia gravis setelah tertular penyakit tersebut. Para pasien mulai menunjukkan gejala miastenia gravis, seperti kelopak mata yang mengendur atau turun dan kesulitan menelan sekitar 1 minggu setelah demam.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close