Trending

Mau investasi besar kalau Taliban berkuasa, apa niat China di Afghanistan?

Kelompok pemberontak Taliban belakangan terus meningkatkan jangkauan mereka dengan China. Ini dilakukan usai mereka sukses menang mudah menaklukan militer Afghanistan.

Ya, dalam keterangannya, Taliban secara terang-terangan mengaku akan menggandeng China untuk memperkuat kekuasaan mereka di Afghanistan. Di mana, hingga kini Taliban sudah berhasil merebut 23 ibu kota provinsi di Afghanistan.

Dalam data yang dihimpun redaksi, seperti dikutip NPR, Senin 16 Agustus 2021, juru bicara mereka mengatakan, bahwa untuk memperkuat kekuasaan, Taliban bakal merangkul Tiongkok.

Hal ini sejalan dengan kemesraan mereka. Di mana pada 2019 lalu, Tiongkok pertama kali pernah mengundang perwakilan Taliban untuk melakukan negosiasi. Semenjak itu, hubungan Taliban dan China makin dekat dan mesra.

Presiden China Xi Jinping. Foto: NBCnews.
Presiden China Xi Jinping. Foto: NBCnews.

China bahkan menjanjikan investasi besar dalam proyek energi dan infrastruktur, termasuk proyek pembangunan jaringan jalan di Afghanistan –negara yang selama ini dikuasai Amerika Serikat.

Bagi Taliban, China merupakan bagian sumber legitimasi internasional dan pendukung ekonomi potensial mereka. Dengan begitu Taliban tak ragu untuk bekerjasama dengan Tiongkok, apalagi melihat keuntungan besar yang akan mereka dapat tak lama lagi.

Konsolidasi China dan Taliban

Konsolidasi Tiongkok dengan Taliban memang kian intens. Apalagi jika Taliban nantinya resmi berkuasa di Afghanistan.

Ya, dikutip CNN, sejak Presiden AS Joe Biden mengumumkan pada bulan April bahwa mereka akan melakukan penarikan penuh pasukannya dari Afghanistan pada September ini, ada banyak spekulasi yang menyebut bahwa China akan coba memanfaatkan momen untuk mengisi kekosongan Afghanistan usai ditinggal AS.

Argumen semacam itu semakin meningkat setelah pertemuan tingkat tinggi antara para pemimpin Taliban dan Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi bulan lalu. Wang ketika itu menyatakan bahwa Taliban akan “memainkan peran penting dalam proses rekonsiliasi damai dan rekonstruksi di Afghanistan.”

Kelompok Taliban. Foto: Al Jazeera
Kelompok Taliban. Foto: Al Jazeera

Namun sejumlah pihak berspekulasi, China tak akan mengikuti jejak AS. Tiongkok akan lebih mengadopsi pendekatan pragmatis terhadap Afghanistan ke depan.

Dengan mempublikasikan kunjungan delegasi Taliban ke China bulan lalu, Beijing sebenarnya dianggap hanya mengirimkan pesan bahwa mereka bersedia untuk mengakui dan berurusan dengan pemerintah Taliban, selama itu sesuai dengan kepentingannya.

Pada hari Senin, Kementerian Luar Negeri China bahkan mengatakan pihaknya berharap Taliban dapat memenuhi janjinya untuk memastikan ‘transisi yang mulus’ dari situasi Afghanistan dan mengurangi semua jenis teroris dan kriminal.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close