Fit

Mau panjang umur? Coba 6 kebiasaan warga Jepang

Memiliki umur yang panjang tentu menjadi impian banyak orang. Terlebih, jika memiliki umur yang panjang disertai dengan kesehatan tubuh yang baik, tentu itu akan menyenangkan.

Banyak cara yang ditempuh seseorang untuk memiliki umur yang panjang, mulai dari menjaga pola makan, olahraga, dan beberapa cara lainnya.

Baca juga: Sering terbangun tengah malam? Ikuti 6 cara ini agar tidur kembali

Beberapa negara yang masyarakatnya memiliki pola hidup sehat, memiliki rata-rata angka harapan hidup yang lebih tinggi.

Salah satu negara yang memiliki angka harapan hidup yang tinggi adalah Jepang. Masyarakat Jepang menempati urutan tertinggi di dunia untuk jumlah orang per kapita yang berusia lebih dari 100 tahun.

Mungkin ada beberapa perbedaan genetik yang berperan, tetapi praktik diet dan gaya hidup diketahui cukup berpengaruh pada tingginya harapan hidup dan rendahnya jumlah penderita penyakit kronis.

Untuk bisa meningkatkan angka harapan hidup alias memiliki umur panjang, terdapat beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan.

Melansir Today. pada 8 Agustus 2020, setidaknya ada enam kebiasaan masyarakat Jepang yang dapat ditiru untuk membuat umur lebih panjang. Apa saja itu? Berikut ulasannya.

Makan rumput laut

Masyarakat Jepang suka mengonsumsi makanan kaya protein nabati yang bergizi, seperti rumput laut.

Ilustrasi Rumput Laut. Foto: S. Hermann & F. Richter di Pixabay

Ada banyak bentuk makanan pokok dari Jepang yang berbahan rumput laut. Meski bervariasi dalam jumlah nutrisi yang mereka suplai, sebagian besar rumput laut mengandung mineral seperti, yodium, zat besi, juga antioksidan, protein, serat dan lemak omega-3.

Di Indonesia, makanan berbahan dasar rumput laut kini makin mudah ditemukan. Bahkan, camilan berbahan rumput laut banyak tersedia di minimarket-minimarket dekat rumah.

Konsumsi makanan laut

Satu hal yang membuat makanan Jepang begitu sehat adalah makanan laut. Jepang memang dikenal dengan makanan lautnya yang lezat di seluruh penjuru dunia.

Jepang memiliki tingkat penyakit jantung terendah di dunia dibandingkan dengan negara-negara lain. Karena konsumsi makanan laut yang tinggi, pria paruh baya di Jepang juga lebih sehat jika dibanding dengan orang Amerika Serikat dan tingkat juga kolesterolnya rendah.

Ilustrasi Sushi. Foto: Pixabay

Orang Jepang makan sekitar tiga ons makanan laut sehari atau sekitar 68 pon selama setahun. Sementara itu, rata-rata orang Amerika makan hanya 16 pon makanan laut dalam setahun.

Makanan laut diketahui memiliki protein yang tinggi dan rendah lemak jenuh. Meski jumlah omega-3 berbeda di antara berbagai jenis makanan laut, semua makanan laut memiliki kandungan nutrisi yang penting tersebut.

Mengonsumsi makanan laut hanya dua kali seminggu tidak hanya terkait dengan kesehatan jantung, tapi juga kesehatan otak dan emosi yang lebih baik.

Minum teh hijau

Teh hijau bisa dibilang menjadi salah satu minuman paling sehat dan orang Jepang biasa minum teh itu hampir setiap hari.

Ilustrasi teh hijau. Foto: Pixabay

Teh hijau kaya akan antioksidan polifenol yang mengurangi peradangan, melindungi sel-sel dari jenis kerusakan yang dapat menyebabkan penyakit kronis dan memberik makan bakteri baik di usus kamu.

Teh hijau tanpa pemanis adalah minuman yang bisa dibilang sempurna karena manfaatnya yang banyak. Kamu dapat menggunakan teh hijau sebagai dasar cairan dalam smoothie, oatmeal atau bahkan beras merah.

Makan sampai hampir kenyang

Ada pepatah Jepang yang mengatakan, hara hachi bu, yang artinya makanlah sampai kenyang 80 persen.

Dengan pola pikir ini, kamu jangan makan sampai terlalu kenyang dan sisakanlah ruang di perut kamu.

Ilustrasi Makanan. Foto: Cattalin di Pixabay

Jadi, makanlah dengan cukup, sampai kamu merasa cukup dan jangan berlebihan.

‘Mandi’ hutan

Di Jepang terdapat sebuah praktik yang disebut shinrin-yoku, yang jika diterjemahkan menjadi ‘mandi di hutan’ atau ‘menikmati suasana hutan’. Praktik tersebut merupakan salah satu bentuk terapi alam.

Masyarakat Jepang, diketahui lebih suka melakukan shinrin-yoku dibanding berjalan-jalan di perkotaan.

Ketika berada di alam terbuka, kita menggunakan semua indera kita, misalnya dengan berjalan sambil merasakan hembusan angin, sinara matahari, kicauan burung dan teduhnya pepohonan.

Ilustrasi Hutan. Foto: Pixabay

Hal ini memungkinkan pikiran dan tubuh seseorang menjadi lebih rileks karena suasana alam terbuka yang nyaman.

Sebuah studi menyebut, berada di lingkungan hutan atau alam terbuka dikaitkan dengan tekanan darah yang lebih rendah, konsentrasi hormon stress yang lebih rendah, kortisol dan peningkatan aktivitas sistem saraf parasimpatis, yakni mengindikasikan perasaan yang lebih tenang.

Jika di sekitar tempat kamu tinggal tidak ada hutan, datang ke taman kota untuk sekadar duduk-duduk atau berolahraga juga dapat dilakukan untuk membuat tubuh dan pikiran menjadi lebih rileks.

Ilustrasi pertemanan. Foto: Bob Dmyt di Pixabay

Pertahanakan lingkungan pertemanan

Tetap terhubung dengan orang lain sudah tertanam dalam budaya Jepang, dan itulah alasan mengapa orang Jepang menikmati kesejahteraan fisik dan emosional yang lebih baik di masa tua.

Jika kamu merasa terisolasi, sendirian, atau kesepian, carilah cara untuk terhubung dengan orang lain, dengan tetangga, teman, keluarga atau orang yang memiliki hobi yang sama dengan kamu.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close