Trending

Cerita Megawati datangi ultah Partai Komunis: Kita ini cuma seperempatnya

Presiden kelima Indonesia Megawati Soekarnoputri menyinggung soal partai komunis China dalam orasi ilmiahnya pengukuhan gelar profesor kehormatan di Universitas Pertahanan.

Megawati mengatakan bagaimana Indonesia bisa belajar dari tekad dan kemajuan dari China. Di masa lalu tertutup namun kekinian punya tekad menghapuskan kemiskinan di negerinya.

Hadiri ultah Partai Komunis

Kongres Nasional ke-19 Partai Komunis Tiongkok. Foto: freetibet.org
Kongres Nasional ke-19 Partai Komunis Tiongkok. Foto: freetibet.org

Megawati menceritakan pernah dia diundang dalam acara ulang tahun Partai Komunis China oleh Presiden Xi Jinping. Dalam acara itu dia malah diberikan waktu untuk menyampaikan sambutan.

Megawati merasa nggak ada yang salah menyampaikan hal ini. Dia tak khawatir dicap dan labeli komunis lantaran menghadiri undangan ultah Partai Komunis tersebut.

“Nanti saya dibilang betul kan Bu Mega itu komunis, saya waktu jadi angota DPR saja sudah distempeli (komunis)” katanya dikutip dari siaran Youtube PDIP, Jumat 11 Juni 2021.

Dia mengatakan bagaimana dulu China keluar dari persembunyian pergaulan dunia, salah satunya diajak dan diprovokasi oleh Bung Karno. Makanya dulu China hadir di Konferensi Asia Afrika di Bandung.

“Artinya kalau dibandingkan kita, go internasionalnya RRC itu berapa tahun bedanya, kenapa sih nggak buka diri hanya untuk melihat apa yang terjadi di negara di dunia ini,” kata dia.

Selain itu Megawati juga kagum denga China tekadnya untuk mengakhiri kemiskinan di negeri mereka.

“Presiden Xi Jinping nyatakan kami akan deklarasikan 100 tahun Partai Komunis itu poverty (kemiskinan) nol persen, bagaimana ya kita ini kan cuma seperempatnya (penduduk) 270 juta. Saya nggak tahu banyak yang tergugah atau tidak ya monggo saja,” kata Megawati.

Putri Proklamator ini mengatakan dia bercerita dan kagum dengan tekad China itu maksudnya bukan untuk mengajak meniru komunis China lho. Jangan salah ya. Tapi bagaimana tekad China untuk mengentaskan kemiskinan itu bisa jadi pelecut semangat bagi Indonesia.

“Bukan kita nanti niru komunis RRC lho ya, tapi bagaimana bisa buat poverty nol persen dan deklarasikan. Kita cuma seperempat, saya yakin bisa,” kata dia.

Kepemimpinan strategik

Megawati Soekarnoputri mendapat gelar profesor kehormatan
Megawati Soekarnoputri mendapat gelar profesor kehormatan dai Unhan. Foto Pdiperjuangan.id

Megawati menjelaskan dalam perspektif kekinian, kepemimpinan Strategik setidaknya dihadapkan pada tiga perubahan besar yang mendisrupsi kehidupan manusia.

Pertama adalah perubahan pada tataran kosmik sebagai bauran kemajuan luar biasa ilmu fisika, biologi, matematika, dan kimia. Hal ini memunculkan teknologi baru yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya seperti rekayasa atomik.

Kedua, revolusi di bidang genetika, yang bisa mengubah keseluruhan landscape tentang kehidupan ke arah yang tidak bisa dibayangkan dampaknya, manakala perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut dijauhkan dari nilai kemanusiaan.

Ketiga adalah kemajuan di bidang teknologi realitas virtual. Di mana seseorang dapat menikmati pengembaraan ke seluruh pelosok dunia bahkan ke luar angkasa tanpa meninggalkan rumahnya sama sekali.

Megawati mengatakan ketiga perubahan di atas, hadir dalam realitas dunia yang masih diwarnai berbagai bentuk ketidakadilan akibat praktek penjajahan gaya baru, namun tetap pada esensi yang sama. Yakni perang hegemoni, perebutan sumber daya alam, dan perebutan pasar, diikuti daya rusak lingkungan yang semakin besar.

“Hubungan antar negara dalam perspektif geopolitik, juga menunjukkan pertarungan kepentingan yang sama. Bahkan kini semakin meluas. Atas nama perang hegemoni lingkungan dikorbankan. Perubahan teknologi dalam ketiga aspek tersebut justru memperparah eksploitasi terhadap alam,” ujarnya dikutip dari siaran Youtube PDIP, Jumat 11 Juni 2021.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close