Trending

Mencekam mirip tsunami, detik-detik banjir rob 7 meter terjang pesisir Bali

Sejak kemarin Rabu 27 Mei 2020, air laut pasang melanda pesisir Selatan Pulau Bali. Fenomena yang dikenal dengan banjir Rob ini terjadi di beberapa kawasan pantai Bali.

Dari beberapa kejadian yang terekam kamera banjir rob ini cukup mengerikan menerjang pesisir, ombaknya menghantam pinggiran pantai hingga kira-kira hampir 3 meter.

Pantai di Bali yang terdampak rob Video: Istimewa

Baca juga: Peneliti waspadai risiko tsunami besar di Ibu Kota baru RI

Banjir rob dilaporkan terjadi di sejumlah pantai di Kabupaten Badung yakni Pantai Kuta, hingga Pantai Petitenget.

Sebuah video yang beredar viral di media sosial menggambarkan tingginya ombak pasang hingga ada yang menerjang pemukiman, dan meluber hingga ke jalan.

Mendapati tingginya terjangan ombak, masyarakat panik dan menyebut kejadiannya mencekam mirip tsunami. Meskipun kekuatannya tidak sedahsyat tsunami, namun beberapa kali hantamannya bahkan bisa menggeser pohon besar hingga beton.

Air laut yang pasang itu meluber ke Jalan Raya Kuta melewati sejumlah pintu masuk di kawasan pantai. Selain itu, terjangan gelombang laut juga mengikis pasir di dekat pintu masuk hingga terjadi abrasi.

Pantai di Bali yang terdampak rob Video: Istimewa

Kantor Satgas Pantai Kuta dan tempat konservasi penyu di Pantai Kuta pun dikabarkan ikut diterjang gelombang laut. Sementara itu, banjir rob di Pantai Petitenget menyebabkan beberapa perahu nelayan yang bersandar di pantai dan rusak.

Hal serupa juga terjadi di pelabuhan Gilimanuk. Dalam sebuah video terlihat kapal di pelabuhan yang menghubungkan pulau Bali dan Pulau Jawa ini terlihat terombang-ambing diterjang ombak besar dampak dari banjir rob.

Pelabuhan Gilimanuk Bali yang terdampak rob Video: Istimewa

Sebelumnya banjir rob menerjang Subang, warga kocar kacir

Sebelum banjir rob melanda Bali, dikabarkan air pasang juga melanda Subang pada Kamis 21 Mei 2020. Banjir rob yang juga memicu ombak tinggi ini disebut-sebut bahkan mencapai 7 meter, sehingga sebabkan warga panik.

“Hampir 7 meter, pamanukan akan terendam semua panik kabur semua. Air laut meluap setinggi 4-5 meter. Semua panik, air laut meluap kaya tsunami, warga mengungsi,” ujar seorang pria yang ada di video.

Warga Pamanukan panik, terdampak rob 21 Mei 2020 lalu Video: Istimewa

Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar mengatakan, banjir rob dan gelombang pasang air laut yang terjadi di pesisir selatan Bali ini diakibatkan sistem tekanan rendah di barat Australia.

“Sistem ini menyebabkan angin kencang yang memicu geloombang tinggi mulai dari pantai di Provinsi Lampung, selatan Pulau Jawa hingga Nusa Tenggara,” ujar Kepala Data BMKG Denpasar, Iman Fatchurrohman, Kamis 28 Mei 2020, dilansir laman antara.

Air laut pasang di Pantai Air Manis, Padang, Sumatera Barat, Rabu (27/5/2020). Foto: Antara
Air laut pasang di Pantai Air Manis, Padang, Sumatera Barat, Rabu (27/5/2020). Foto: Antara

Ia menjelaskan angin kencang yang berada pada sistem tersebut menyebabkan gelombang tinggi yang dapat menjangkau pesisir barat Lampung, pesisir selatan Pulau Jawa hingga NTB.

Selain itu kejadian tersebut bertepatan dengan periode pasang air laut (fase bulan baru) sehingga kedua faktor tersebut memicu banjir pesisir (rob).

Ia mengatakan diperkirakan banjir pesisir bisa saja terjadi kembali, karena di beberapa pantai wilayah Bali terjadi pasang saat siang hari. Kejadian ini dapat terjadi di semua pantai terutama pantai yang rendah, namun untuk beberapa pantai dengan tebing tinggi itu relatif aman.

Berdasarkan kondisi itu BMKG Wilayah III Denpasar meminta masyarakat untuk mewaspadai gelombang tinggi di wilayah perairan Bali – NTB.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close