Fit

Hukum mencicipi masakan saat puasa Ramadan, batal atau tidak?

Banyak kebimbangan masyarakat, khususnya warga muslim di saat menjalani bulan ramadan. Salah satu kebingungan yang sering terjadi yakni ketika harus mencicipi masakan yang dibuat untuk berbuka, apakah bisa membatalkan puasa atau tidak.

Meski hukum Islam memiliki banyak tafsir sesuai dengan kondisi dan keadaan, karena hakikinya aturan dalam Islam bersifat tidak memberatkan umatnya. Meski demikian aturan syariat islam tetap menjadi acuan dan ketentuan bagi umat untuk mentaati apa yang telah dilarang dan diperbolehkan.

Menanggapi hukum mencicipi masakan yang tengah dibuat untuk berbuka puasa, Ustadz Abdul Somad menjawab, hukum saat mencicipi masakan di bulan ramadan maka tidak membatalkan puasa. “Menurut Imam Hambali mencicipi makanan saat puasa tidak batal,” ungkap ustadz Somad dalam menjawab pertanyaan jamaah saat ceramahnya.

Ilustrasi mencicipi masakan Foto: ist

Meski dinilai tidak batal, menurut Ustadz Abdul Somad, terdapat ketentuan yang membuat hukum mencicipi makanan tidak membatalkan puasa yakni jika hanya dilakukan pada ujung lidah. Setelah mencicipi masakan tersebut baiknya tidak ditelan.

Baca juga: Kenapa minum teh dilarang para ahli saat sahur, begini alasannya

“Ujung lidah kita memang memiliki fungsi sebagai perasa, karenanya saat mencicipi makanan hanya perlu menyentuhkannya di ujung lidah untuk mengetahui rasa dari masakan yang kita masak,” ungkapnya.  

Ia menambahkan, Imam Hambali juga menyatakan mencicipi makanan tidak membatalkan puasa jika beberapa syarat terpenuhi yakni masakan yang dicicipi tersebut tidak masuk ke dalam kerongkongan dan ke perut. Selama itu terjaga maka puasa seorang muslim tidaklah batal.

Ilustrasi mencicipi makana Foto: Ist

Sayangnya Abdul Somad mengaku tidak mengamalkan mazhab Imam Hambali tersebut. “Saya tidak amalkan karena khawatirnya malah membuat celah bagi umat islam terhadap pemahaman mazhab Imam Hambali tersebut,” jelasnya.

Ia menambahkan, “ini saya menjawab karena adanya pertanyaan dari jamaah terkait mencicipi masakan apakah membatalkan puasa atau tidak. Dan saya menjawab berdasarkan mazhab Imam Hambali.”

Pendapat Syafi’iyah sendiri meski tidak secara detil menyebutkan bagi muslim yang berpuasa memasukkan sesuati ke perut karena lupa atau dipaksa maka dimaafkan. Disebutkan pula dalam QS Al-Baqarah ayat 173 tentang ketentuan tersebut.

“famanidhthurra ghaira baaghin walaa `aadin falaa itsma `alaihi inallaha ghafuurun rahiimun”. Artinya, barang siapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang ia tidak menginginkannya dan tidak pula melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Mencicipi masakan saat puasa Foto: Ist

Bagi wanita yang biasa memasak makanan, tentu keterampilan terhadap takaran bumbu yang akan dimasukkan, sudah menjadi hal yang  tak perlu diragukan. Namun jika terdapat keraguan dan ingin mencicipi rasa dari masakan tersebut, harus dilakukan hanya menggunakan ujung lidah tanpa haru menelannya hingga ke dalam perut. Golongan Hanabillah berpendapat makruh bagi yang berpuasa mencicipi makanan jika tidak diperlukan.

Pendapat golongan Hanafiyah adalah mencicipi makanan hukumnya makruh kecuali bagi juru masak (untuk hidangan orang lain) atau untuk kepentingan profesional.

Sesungguhnya Allah SWT sangat memberikan kemudahan dan tidak memberikan kesulitan sebagaimana firmannya dalam surah Al-Baqarah ayat 185, yang artinya, Allah SWT menghendaki kemudahan bagi kamu dan tidak menghendaki kesukaran bagi kamu.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close