Fit

Mencium istri saat puasa otomatis batal? Ustaz Dzikri beri penjelasan

Ada salah satu kebiasaan yang acap dilakukan pasangan suami-istri di hari-hari di luar puasa, yakni mencium-nya. Lalu, ada yang menyebut kalau mencium ketika puasa dilarang dan bisa membatalkan.

Hal ini setidaknya juga menjadi salah satu pertanyaan yang diungkapkan salah seorang jemaah pada Ustaz Nuzul Dzikri di dalam sebuah majelis. Bagi yang belum tahu, Ustaz Nuzul Dzikri merupakan pemateri reguler di masjid Al Azhar, Jakarta.

Baca Juga: Cara bersihkan jantung dalam konsep Islam, cukup minum ini 3 sendok

“Pak Ustaz, bagaimana hukumnya mencium istri saat puasa, batalkah?” begitu pertanyaannya, disitat dalam saluran Youtube Salwa TV, Kamis, 30 April 2020.

Ilustrasi suami-istri. Foto: Islampedia.

Dengan cepat Ustaz Nuzul Dzikri kemudian menjawab. Kata dia, mencium istri saat puasa diperbolehkan dan tidak membatalkan. Namun, katanya, ada sejumlah syarat yang menyertai.

“Yang pertama harus istri sendiri dan bukan istri orang,” katanya disambut gelak tawa jemaah. “Lho, bener lho. Dan yang kedua dia bisa mengontrol syahwatnya. Yang penting enggak kebablasan, remnya enggak blong.”

Ustaz Nuzul Dzikri pun memberi penjelasan. Kata dia, dalam sebuah testimoni Aisyah, istri rasulullah, Nabi Muhammad juga pernah mencium istrinya ketika sama-sama sedang puasa.

“Dan hadist ini sahih. Aisyah juga pernah ditanya, apa sih yang boleh dilakukan pasangan suami-istri selama bulan Ramadan. Lalu kata Aisyah, segala sesuatu kecuali berhubungan intim, atau keluar mani. Artinya di luar itu enggak ada masalah sama sekali,” katanya.

Dia berharap hal ini bisa dipahami dengan betul dan disalah artikan. Sebab sewaktu sang ustaz duduk di bangku SMA, dia pernah menemui kasus salah tafsir.

Salah satu masjid di Kuwait
Salah satu masjid di Kuwait. Foto Instagram @renjishs

“Soal mencium istri di saat puasa tadi, waktu saya SMA, saya pernah dengar di sebuah radio terkenal. Dan radio itu juga masih ada sampai sekarang. Ketika itu ada pertanyaan boleh enggak sih mencium pacar saat puasa.”

“Lalu waktu itu ada yang jawab, boleh dong, kan Ramadan bulan penuh rahmat, bulan kasih sayang, maka saya akan ungkapkan kasih sayang saya ke pacar saya dengan mencium dia. Nah ini yang sesat dan bahaya.”

“Makanya benar tuh, syarat pertama, intinya mesti istri sendiri yang sah,” jelasnya panjang.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close