Trending

Mengenal pasukan elit Malaysia, lebih ngeri mana sama Kopassus?

Hampir seluruh unit militer di suatu negara, pasti punya pasukan elit khusus. Salah satunya Malaysia melalui pasukan Grup Gerak Khas atau GGK yang berdiri sejak 65 tahun silam. Lantas, jika dibandingkan dengan Kopassus, sebaik apa kualitas mereka?

GGK merupakan resimen baret hijau yang dibentuk menyusul terjadinya konfrontasi Malaysia dan Indonesia. Saat pertama berdiri, mereka ditempa 40 Komando Angkatan Laut Inggris di Majidee Camp, Johor Bahru.

Baca juga: Ribetnya mau jadi istri TNI, syaratnya berjubel, sampai tes keperawanan

Kabarnya, tempaan tersebut sangat keras. Bahkan, dari 300 personel awal yang mengajukan diri, hanya 15 orang yang tersisa untuk menjalani program komando dasar. Lalu, setelah proses penyaringan selesai, hanya empat perwira dan sembilan pangkat lainnya yang benar-benar dinyatakan lolos.

Pasukan khusus GGK Malaysia. Foto: Malaysia Defence

Proses panjang tersebut agaknya sukses menghasilkan pasukan bermutu tinggi. Saat ini, GGK menjadi salah satu kelompok paling disegani di kawasan Asia Tenggara. Terlebih, mereka kerap mengadakan latihan bersama dengan pasukan lain dari negara-negara besar.

GGK acap melakoni berbagai misi berbahaya, baik itu terbuka maupun tertutup. Tugas mereka meliputi perang gerilya dan nongerilya, subversi, sabotase, kontra terorisme, serangan asimetris, serta keahlian yang menjadi andalan, yakni pertempuran di rawa-rawa dan perhutanan.

Salah satu misi paling terkenal yang pernah dilakoni GGK adalah Battle of Mogadishu 27 tahun silam. Mereka berhasil menyelamatkan pasukan Rangers Amerika Serikat yang terjebak di kota Mogadishu, Somalia. Bahkan, aksi heroik tersebut sampai diadaptasi ke film berjudul Black Hawk Down.

Sayangnya, saat Hops telusuri dari berbagai literatur dan sumber bacaan lain, tak ditemukan sehebat apa kendaraan serta peralatan tempur yang mereka miliki. Lalu, bagaimana dengan Komandan Pasukan Khusus atau Kopassus Indonesia?

Kehebatan Kopassus

Berdasarkan data yang dirilis Nato, Kopassus masuk dalam lima besar pasukan khusus terbaik di dunia. Hingga tahun lalu, posisi mereka sejajar dengan Navy Seal asal Amerika Serikat dan Alpha Group dari Rusia.

Soal kualitas, mereka tak perlu diragukan. Pengalaman di berbagai medan pertempuran, operasi pembebasan sandera, hingga operasi penumpasan teroris menjadi bukti bagaimana kehebatan korps baret merah tersebut.

Kopassus. Foto: Antaranews

Salah satu keahlian Kopassus adalah kemampuan menembak dari berbagai jarak. Tak tanggung-tanggung, pada pertemuan Pasukan Elite Asia Pasific yang diselenggarakan 2006 lalu, mereka berhasil meraih juara penembak jitu (sniper). Menariknya lagi, senjata yang dipakai dalam perlombaan merupakan hasil produksi Bandung.

Beberapa operasi yang pernah dilakoni Kopassus yaitu: operasi penumpasan DI/TII, operasi militer PRRI/Permesta, Operasi Trikora, Operasi Dwikora, penumpasan G30S/PKI, Pepera di Irian Barat, Operasi Seroja di Timor Timur, operasi pembebasan sandera di Bandara Don Muang-Thailand, Operasi GPK di Aceh, operasi pembebasan sandera di Mapenduma, serta berbagai operasi militer lainnya.

Kehebatan tersebut membuat banyak pasukan khusus lain berbondong-bondong datang ke Indonesia dan belatih ketangkasan militer bersama Kopassus. Sedang urusan kendaraan tempur atau ranpur, mereka memiliki beberapa model, yakni Bushmaster PMV, Casspir MK3, dan produk buatan lokal, Pindad Komodo.

Jadi, setelah mengetahui fakta tersebut, kira-kira lebih hebat GGK Malaysia atau Kopassus Indonesia? (CTH)

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close