Hot

Meninggal dunia, ini biografi dan daftar karya-karya besar Ajip Rosidi

Kabar duka kemabali datang dari dunia sastra Indonesia. Belum genap 1 bulan kepergian Sapardi Djoko Damono, kini Sastrawan Ajip Rosidi meninggal dunia.

Ajip Rosidi meninggal pada usia 82 tahun, pada Rabu, 29 Juli 2020, sekitar pukul 22.30, di RSUD Tidar, Kota Magelang, Jawa Tengah, setelah mendapat perawatan intensif pascaoperasi.

Baca juga: Meninggal dunia, ini 4 karya terbaik Sapardi Djoko Damono

Kabar ini dikonfirmasi langsung oleh anak Ajip, Nundang Rundagi. “Betul, saya sedang ‘ke sana ke mari’ (mengurus keperluan) ini,” ujar Nundang, kepada Antaranews.com.

Media sosial juga mulai banjir ucapan duka. Pianis Ananda Sukarlan misalnya juga turut mengucapkan belasungkawa atas kepergian suami dari aktris Nani Wijaya ini. “Dunia sastra Indonesia kehilangan tokoh pentingnya. Pengin bikin konser yang melibatkan karya sastra beliau dan Pak SDD (Sapardi Djoko Damono) nih,” tulis Ananda di Twitter.

Sayangnya hingga kini pihak keluarga belum dapat memastikan soal waktu dan tempat penguburan.

Biografi dan karya-karya besar Ajip Rasidi

Almarhum dikenal sebagai sastrawan Indonesia, penulis, budayawan, dosen, pendiri, dan redaktur beberapa penerbit, pendiri serta ketua Yayasan Kebudayaan Rancage. Ia juga sangat peduli terhadap kelestarian sastra dan bahasa Sunda, dan beberapa daerah lain.

Ajip merupakan salah satu pengarang sajak dan cerita pendek yang paling produktif (326 judul karya dimuat dalam 22 majalah). Ajip juga aktif menulis drama, cerita rakyat, cerita wayang, bacaan anak-anak, lelucon, dan memoar serta menjadi editor beberapa bunga rampai.

Ajip Rosidi
Ajip Rosidi Photo: Istimewa

Ajip menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat Jatiwangi (1950), lalu melanjutkan ke Sekolah Menengah Pertama Negeri VIII Jakarta (1953) dan terakhir, Taman Madya, Taman Siswa Jakarta (1956).

Meski tak tamat SMA, tapi berkat hasil bacaan yang sangat luas dan karya-karyanya yang berlimpah, pada tahun 1967-1970, ia dipandang pantas untuk menjadi dosen luar biasa di Fakultas Sastra Universitas Padjadjaran, Bandung.

Kemudian pada 1981, berkat peranannya dalam bidang kesusastraan dan kebudayaan, Ajip diangkat sebagai guru besar tamu di Osaka Gaikokugo Daigaku (Universitas Bahasa Asing Osaka). Sejak itu, ia juga ditugasi mengajar di Tenri Daigaku (1982-1994) dan Kyoto Sangyo Daigaku (1982-1996).

Pada usia 12 tahun, saat masih duduk di bangku kelas VI Sekolah Rakyat, tulisan Ajip telah dimuat dalam ruang anak-anak di harian Indonesia Raya.

Ketika SMP, Ajip bahkan sudah menekuni dunia penulisan dan penerbitan. Tulisan-tulisannya berbahasa Indonesia, Sunda, dan Jawa, bahkan beberapa karyanya diterjemahkan ke dalam bahasa asing, dimuat dalam bunga rampai atau terbit sebagai buku, seperti dalam bahasa Belanda, Cina, Inggris, Jepang, Perancis, Kroasia, Rusia, dll.

Ajip dikenal sebagai sosok yang mengharumkan budaya Sunda di kancah internasional. Kini Ajip aktif mengelola beberapa lembaga nonprofit, seperti Yayasan Kebudayaan Rancag dan Pusat Studi Sunda.

Beberapa karya Ajip sangat dikenal di kesusastraan Indonesia. Berikut ini daftar kumpulan Puisi Ajip Rosidi:

  1. Ketemu di Djalan bersama Sobron Aidit (1956)
  2. Pesta (1956)
  3. Tjari Muatan (1959)
  4. Surat Tjinta Endaj Rasidin (1960)
  5. Djeram (1970)
  6. Ular dan Kabut (1973)
  7. Sajak-sajak Anak Matahari (1979)
  8. Nama dan Makna (1988)

Kumpulan Cerita Pendek Ajip Rosidi

  1. Ditengah Keluarga (1956)
  2. Tahoen-tahoen Kematian (1951)
  3. Pertemuan Kembali (1962)
  4. Sebuah Rumah Buat Hari Tua (1957)

Kumpulan Novel Ajip Rosidi

  1. Perjalanan Pengantin (1958)
  2. Anak Tanah Air (1985)

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close