Trending

Menkumham beberkan soal isu Megawati ikut campur kudeta Demokrat: Saya pernah datang…

Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna H Laoly menanggapi soal tudingan dari sejumlah pihak yang menyebut bahwa Ketua Umum Partai PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri ikut campur soal kudeta Partai Demokrat yang berujung diselenggarakannya Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang.

Yasonna mengungkapkan, sebenarnya banyak pihak yang terkejut dengan keputusan pemerintah melalui Kemekumham yang secara tegas menolak permohonan berkas pengesahan dari hasil KLB Demokrat Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara.

Kendati begitu, Yassona meyakini bahwa keputusan Kemenkumham didasari pada aturan yang berlaku tanpa campur tangan atau intervensi dari pihak mana pun.

Menkumham Yasonna Laoly
Menkumham Yasonna Laoly. Foto Kemenkumham.go.id | Menkumham beberkan soal isu Megawati ikut campur kudeta Demokrat: Saya pernah datang…

Lebih lanjut secara khusus Yassona membahas soal prediksi sejumlah pihak yang mengatakan bahwa dia bakal mengabulkan KLB Demokrat lantaran Ketua Umum terpilihnya merupakan orang yang duduk di kursi pemerintahan, yakni Kepala Staf Presiden Moeldoko.

Selain itu, Yasonna juga merupakan kader PDIP yang dipimpin oleh Ketum Megawati sudah menjadi. Banyak yang mengira polemik kudeta Demokrat ditunggangi kepentingan lain lantaran Megawati memiliki kerenggangan hubungan dengan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Orang kan memprediksi begini ‘wah itu Menkumham (kader) PDIP’, ada sejarah begini dengan ibu ketua umum saya, begini-begini,” ujar Yasonna ketika diwawancarai oleh jurnalis senior, Karni Ilyas dalam saluran Youtube miliknya, dikutip Hops pada Sabtu, 3 April 2021.

KSP Moeldoko dan AHY. Foto: Antara
KSP Moeldoko dan AHY. Foto: Antara | Menkumham beberkan soal isu Megawati ikut campur kudeta Demokrat: Saya pernah datang…

Terkait tuduhan yang disasarkan kepada dirinya dan Ketum partai berlogo kepala banteng tersebut, Yasonna dengan tegas mengatakan sebenarnya Megawati tidak ikut campur sama sekali soal polemik kudeta Demokrat.

“Tidak pernah menyampaikan apapun, saya pernah datang sama ibu (Megawati), bagaimana itu (kasus Demokrat), saya bilang begini bu, oh ya, ya sudah sesuai aturan saja. Kira-kira begitulah” kata Yasonna.

Sementara itu, Yasonna juga menjelaskan soal dugaan Presiden Jokowi dan pemerintah yang merestui bahkan mendukung Moeldoko melakukan kudeta terhadap partai Demokrat.

“Saya melihat, ya karena didorong-dorong begitu, dituding begitu, sekalian kecebur aja mungkin gitu. Bisa saja, seseorang punya hak politik, Pak Moeldoko sudah pensiun kok (dari TNI). Bisa saja ada orang datang, nawarin karena merasa gerah ada konflik,” imbuhnya.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close