Trending

Atas nama kesehatan, Menteri Agama bikin keputusan haji tak populis

Kementerian Agama secara resmi tidak memberangkatkan jamaah haji seperti tahun sebelumnya. Keputusan tersebut diungkap Menteri Agama Fachrul Razi meski dinilainya tidak populis namun atas nama kesehatan bagi seluruh jamaah dan petugas haji tahun ini.

Keputusan yang diumumkan secara virtual kepada media tersebut, dimaksudkan agar jamaah yang terdaftar berangkat tahun ini tidak menunggu dan berharap menunaikan ibadah haji tahun ini. Ditiadakannya pemberangkatan jamaah haji di Indonesia tak lepas dari kondisi pandemi corona yang terjadi.

“Pemerintah memutuskan tidak memberangkatkan jamaah haji pada 1441 Hijriah atau tahun 2020 ini. Keputusan ini saya sampaikan berdasarkan Keputusan Menag Nomor 494 Tahun 2020 mengenai pembatalan keberangkatan jamaah haji pada penyelenggaraan haji 1441 H/2020 M,” katanya melalui prescon virtual, selasa 2 Mei 2020.

Suasana kota Makkah saat lockdown
Kota Makkah saat jalani lockdown Foto: Middle East Eye

Setiap negara khususnya Indonesia memang menjaga agar seluruh jamaah terhindar dari virus corona. Begitupun sebaliknya, diharapkan jamaah dari berbagai negara tidak membawa virus corona masuk ke Araba Saudi. Keputusan untuk saling menjaga dan menghentikan penyebaran virus antar negara itulah yang membuat Indonesia menjadi salah satu negara yang meniadakan ibadah haji tahun ini.

Meski menjadi keputusan yang tidak populis namun, ditiadakan pemberangkatan jamaah haji tahun ini, menjadi keputusan terbaik. Risiko terjadinya penyebaran covid-19 baik kepada jamaah maupun petugas haji yang akan diberangkatkan.

Baca juga: Alhamdulilah! Arab Saudi buka lockdown, kok ibadah haji masih tutup?

“Ini keputusan pahit dan sulit, di satu sisi kita sudah berusaha untuk penyelenggaraan haji tahun ini. Tapi di sisi lain kita memikirkan tanggungjawab bagi keselamatan jamaah dan petugas haji,” ungkapnya.

Muslimah tengah berdoa di hadapan ka'bah Makkah
Seorang muslimah tengah panjatkan doa di dekat kabah, makkah Foto: Middle east monitor

Makkah masih terkunci

Makkah sendiri saat ini masih menjadi kota yang memiliki dampak penyebaran pandemi covid-19 yang cukup besar setelah Madinah. Kota Makkah yang menjadi salah satu tempat tujuan jamaah haji seluruh dunia masih dalam kondisi terkunci.

Berdasarkan informasi yang dikeluarkan Kementerian Luar Negeri RI, pekan ini Arab Saudi telah mengumumkan pelonggaran secara bertahap untuk beberapa wilayahnya. Namun berdasarkan informasi tersebut wilayah Makkah masih mendapat penguncian dari kebijakan lockdown yang diberlakukan.

Dengan demikian, kota Makkah masih terkunci, dan aktifitas seluruh warganya masih terbatas di rumah saja. Kerajaan Arab Saudi sendiri masih membatasi aktifitas warga Makkah untuk tidak beraktifitas seperti wilayah lain yang dinilai sudah aman dari penyebaran covid-19.

Kondisi Makkah yang masih tertutup dari jamaah
Kota Makkah akan terus tertutup hingga lebaran Foto: Daily Sabah

Kemenlu sendiri hingga saat ini belum bisa memastikan dibukanya kembali ibadah haji bagi umat muslim di Indonesia, mengingat kerajaan Arab Saudi sendiri belum memberikan informasi resmi terkait penyelenggaraan ibadah haji bagi umat islam di dunia.

Menurutnya, Kerajaan Arab Saudi saat ini tengah membentuk Komite tingkat tinggi yang dipimpin langsung Raja Salman bin Abdulaziz yang akan membahas masalah ibadah haji. Hingga saat ini seluruh negara masih menunggu keputusan tersebut, dan Kemlu bersama Kemenag juga terus memantau hasil rapat tingkat tinggi kerajaan Arab Saudi.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close