Trending

Menteri Keuangan akui redenominasi rupiah Rp1.000 ke Rp1 bikin heboh

Berdasarkan Rancangan Undang-Undang tentang perubahan harga Rupiah (RUU Redenominasi), pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berencana melakukan penyederhanaan terhadap nilai mata uang rupiah.

Redenominasi rupiah ini, juga menjadi Rencana Strategis (Renstra) Kemenkeu selama lima tahun ke depan (2020-2024) yang tertera pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 77 tahun 2020.

Baca juga: Menteri Ida ngaku ingin nangis komentari masuknya 500 TKA China

Menanggapi hal itu, Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani mengaku, redenominasi Rupiah yang akhir-akhir ini mencuat, berhasil membuat heboh masyarakat Indonesia. Kendati demikian, pihaknya mengungkapkan, tak ingin terburu-buru melakukan Renstra ini.

“Jadi saya juga paham kenapa Anda semua heboh, Anda semua melihatnya hari ini sama seperti itu. Tapi kan kita juga tetep kasih perencanaan dan harus,” kata Sri Mulyani di Gedung DPR, Jakarta, pada Kamis 9 Juli 2020. Dilansir Okezone.

Rupiah sebagai mata uang resmi milik Republik Indonesia. Foto: Antara
Rupiah sebagai mata uang resmi milik Republik Indonesia. Foto: Antara

Meski kerap menjadi salah satu bahan pertimbangan Program Legislasi Nasional, Sri Mulyani menegaskan belum bisa merealisasikan penyederhanaan nilai rupiah dalam waktu dekat ini. Pasalnya, saat ini pihaknya masih memproritaskan penanganan pandemi COVID-19.

“Itu selalu di dalam Prolegnas selama ini seperti yang dimintakan oleh BI ada. Jadi sekarang kita covid dulu lah. Itu kan jangka menengah,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Sri Mulyani memastikan, pemerintah melalui Kemenkeu akan terus berkoordinasi dengan anggota DPR. Pihaknya secara terbuka akan memberikan informasi terkait rencana jangka menengah tersebut.

“Kan kita harus selalu meng-update kepada DPR utk menyampaikan apa-apa yang disebut perencanaan legislasi dari jangka menengahnya,” tandasnya.

Menteri Keuangan Sri Mulyani
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan pemaparan melalui video confenrence di Pendopo Wali Kota Banda Aceh, Aceh, Jumat (17/4/2020). Foto: Antara

Diketahui lebih lanjut, redominasi rupiah dilakukan dengan tujuan efisiensi perekonomian berupa percepatan dalam waktu transaksi, meminimalisir risiko humar error, hingga memudahkan pencantuman harga sebuah barang atau jasa.

Dilansir Republika, perencanaan semacam ini sempat dilontarkan beberapa waktu lalu oleh Darmin Nasution ketika menjabat sebagai Gurbenur BI menggantikan Boediono yang saat itu terpilih sebagai wakil presiden pada 2008 silam.

Usulan tersebut mendapat sambutan dari pemerintah. Pada tahun 2011 hingga 2012, redenominasi dengan menghapus tiga angka belakang pada rupiah hampir saja terwujud. Bahkan setahun berselang, ketika SBY masih menjabat sebagai presiden, DPR menindaklanjuti dengan memasukkan RUU redenominasi dalam Prolegnas. (CTH)

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close