Trending

Merinding, Ini kata-kata terakhir Syekh Ali Jaber sebelum masuk ICU

Asisten pribadi Syekh Ali Jaber, Iskandar, baru-baru ini memutar rekaman suara terakhir yang disampaikan almarhum sebelum masuk ICU. Kala itu, Syekh Ali Jaber hendak memberi tahu Iskandar mengenai kondisi terkininya. Lantas, bagaimana kata-kata lengkapnya?

Dikutip dari video berjudul ‘Isyarat-isyarat Syekh Ali Jaber akan Pamit dari Kita Semua’ di saluran Youtube deHakims, presenter Irfan Hakim menemui Iskandar untuk berbagi kisah mengenai Syekh Ali Jaber. Sebab, kata dia, banyak kenangan indah yang mesti dibagikan kepada khalayak ramai.

Syekh Ali Jaber meninggal dunia
Syekh Ali Jaber meninggal dunia. Foto Instagram @yayasan.syekhalijaber

Pertama-tama, Iskandar berkisah, pernah suatu waktu—tepatnya akhir 2020—Syekh Ali Jaber mengeluh lelah dan ingin berhenti sementara dari kegiatannya. Bahkan, ulama 44 tahun itu hendak membatalkan sejumlah agenda yang sebelumnya telah dijadwalkan.

Keinginan tersebut seakan menjadi pertanda Syekh Ali Jaber bakal meninggalkan kita semua.

“Terakhir-terakhir itu, bulan September atau Oktober 2020, waktu di kamar, kata beliau ‘saya sebenernya sudah kelelahan’. Terus katanya lagi, ‘mending kita stop aja jadwal-jadwal ke luar kota. Mending kita bikin acara aja di yayasan’,” ujar Iskandar menirukan pesan Syekh Ali Jaber, dikutip Senin 18 Januari 2021.

Kata-kata terakhir Syekh Ali Jaber sebelum masuk ICU

Selain bicara mengenai firasat atau tanda-tanda, Iskandar juga berkisah, bahwa sebelum masuk ICU, Syekh Ali Jaber sempat mengiriminya pesan suara. Sedihnya, itu menjadi kali terakhir dia mendengar kalimat yang tersiar dari bibir sang ulama.

Syekh Ali Jaber
Syekh Ali Jaber. Foto Antara/HO

Bahkan, Iskandar bersedia memutar pesan suara tersebut kepada Irfan Hakim. Sepanjang itu diputar, suara Syekh Ali Jaber terdengar kurang jelas, agak terputus dengan susunan kalimat sedikit berantakan, dan disertai helaan napas seperti sedang sesak.

Berikut pesan suara terakhir Syekh Ali Jaber sebelum masuk ruang ICU:

“Pertama, mohon dialihkan infus di bagian daripada tangan, di bagian leher, atau dada. Di tangan kalau lama-lama takut luka. Kedua, ada obat untuk menambahkan daya tahan tubuh. Karena masuk virus, dia sudah melunjak, gejala di paru-paru, yang di kanan lebih besar.”

“Virusnya lebih lebar di kanan, terduga ada sedikit tapi di kiri, untuk sebagian besar di kanan. Karena masih belum bisa dikontrol.”

“Ini obat untuk menambahkan imun di area tubuh, supaya bisa lebih cepat (sembuh). Biar sedikit mengencerkan darah, karena darah saya terlalu kental, gara-gara virus itu,” bunyi rekaman suara Syekh Ali Jaber.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close