Trending

Tragedi mic mati, Andi Arief: ungkap sejarah PDIP jadi oposisi

Tragedi mic mati menjadi pembahasan dan ramai di media sosial terkait penetapan keputusan Omnibus Law Cipta Kerja.

Peristiwa tragedi mic mati terjadi ketika terjadi interupsi dari partai oposisi yang meminta hak untuk berbicara dalam sidang keputusan rancangan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja. Namun kesempatan tersebut tak diberikan Ketua DPR RI Puan Maharani akibat banyaknya interupsi.

Baca juga: Sikap PDIP di omnibus law, Arteria akui terima perintah dari Puan seperti ini

Bahkan diketahui Puan Maharani mematikan mic peserta sidang khususnya kepada anggota yang banyak melakukan interupsi khususnya dari fraksi Partai Demokrat yang diketahui tidak setuju dengan pengesahan undang-undang cipta kerja tersebut.

Politisi Partai Demokrat Andi Arif
Politisi Partai Demokrat Andi Arief Foto: Antara

Salah satu kader Partai Demokrat Andi Arief yang merasakan tragedi mic mati tersebut sempat mengungkap kritikannya kepada Ketua DPR RI Puan Maharani. Andi membandingkan kala PDIP menjadi oposisi Puan Maharani disebtu menangis dalam menyampaikan protesnya di parlemen.

Sebagai Partai yang menang dalam Pemilu dan membawa SBY sebagai presiden, Partai Demokrat tetap memberikan ruang kepada PDIP untuk menyampaikan interupsinya.

Tragedi Mic mati di pengesahan cipta kerja

Tertangkap kamera Puan Maharani saat mematikan mic menjadi salah satu hal kontroversial yang terjadi dalam pengesahan Undang-undang Cipta kerja yang akan disahkan DPR RI.

Video Ketua DPR Puan Maharani matikan mik saat dengar pandangan Omnibus Law Cipta Kerja viral dan disorot publik. Padahal ketika itu, ada Fraksi Partai Demokrat Irwan Fecho, yang sedang berbicara memberi pandangan mengenai Omnibus Law Cipta Kerja.

Puan Maharani
Puan Maharani. Foto: Instagram @puanmaharaniri

Irwan dalam interupsinya meminta penundaan pengesahan. Keriuhan terjadi. Tapi Irwan tetap menyampaikan interupsinya dengan nada keras.

“RUU ini menghilangkan kewenangan-kewenangan kami di daerah, menghilangkan hak-hak rakyat kecil,” ujar Irwan.

Wakil Ketua DPR RI dari Fraksi Partai Golkar yang ketika itu menjadi pimpinan sidang Azis Syamsuddin nampak berdiskusi dengan Puan maharani. Keduanya duduk bersebelahan. Setelah itu, Puan Maharani tiba-tiba mematikan mikrofon, sehingga suara Irwan langsung lenyap tak terdengar.

Kondisi tersebut juga terjadi pada beberapa anggota dari Partai Demokrat, hingga akhirnya perwakilan fraksi partai tersebut yang tengah mengikuti pensahan rancangan undang-undang cipta kerja harus mengambil langkah walk out.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close