Hot

Mimpi diberkati Tuhan, Adjie Notonegoro peluk Kristen diikuti keluarga

Desainer Adjie Notonegoro berbagi cerita pengalaman rohaninya. Punya gelar haji, dia memutuskan memeluk agama Kristen.

Saat menjadi bintang tamu dalam kanal YouTube Melaney Ricardo, dia memaparkan pengalaman spritual yang membuatnya berpindah keyakinan. Dia pernah mengalami berbagai cobaan hidup. Mulai dari kepergian ayah dan ibunya, lalu jatuh bangkrut dan mendekam di penjara atas kasus penipuan.

Baca juga: Alami pendarahan, Adiezty Fersa dan Gilang Dirga batal miliki momongan

Rasakan neraka dan surga dunia

Kepada Melaney, Adjie menyebut sebagai salah satu manusia yang sudah rasakan neraka dunia. “Saya itu sebagai manusia sudah bisa merasakan surga dan neraka di dunia. Kalau surganya itu saya sudah bisa merasakan di puncak karier. Di mana yang saya cari di sana adalah uang, kedua anak dan nomor tiga adalah Tuhan. Nerakanya adalah saya masuk penjara ya dulu,” katanya dalam YouTube Melaney Ricardo.

Adjie Notonegoro agama
Sumber: YouTube Melaney Ricardo

Paman Ivan Gunawan ini juga pernah merasakan kehidupan di bawah nol. Uang yang dimilikinya tersisa Rp20 ribu. Adjie mengungkapkan masa-masa dia tidak mampu membeli makanan untuk anaknya dan memilih tidak makan. ”Tuhan, jangan beri anak saya kelaparan. Beri mereka makan,” pintanya.  Doanya didengar, esoknya dia menerima hantaran makanan dari kerabat.

Mimpi bertemu Tuhan

Saat mendekam di penjara, Adjie mulai mengenal dekat tokoh-tokoh Kristiani. Ia mendapatkan kunjungan dari Pendeta Yulius setiap minggu dan mengaku senang mempelajari hal-hal baru yang berhubungan dengan Kristus. 

“Jadi waktu saya di penjara itu saya sering didoakan sama teman-teman, tapi saya pikir semua itu sama, Tuhan cuma satu. Pada saat itu, saya bermimpi saya lagi duduk, kok di belakang saya ada suatu yang sangat terang begitu saya nengok ke belakang, saya enggak bisa nengok, mata saya sampai sakit. Begitu saya lihat ke belakang kok dia, saya cuman bilang ‘ini ada apa’ saya dirangkul dan dibisiki jelas sekali ‘kamu saya berkati’”, kata Adjie Notonegoro.

Kedua kalinya, dia kembali bermimpi bertemu Tuhan. “Saat Natal, Dia berada di atas sedangkan saya di bawah. Kemudian saya dipanggil, Dia meletakkan tangan di atas kepala saya lalu berkata ‘Kamu Saya berkati’. dia bilang ‘tugasmu mendamaikan saudara-saudaramu yang ada di muka bumi ini’. Di situ saya nangis.”

Adjie Notonegoro agama
Sumber: Instagram Adjie Notonegoro

Seorang Pastor yang ditemuinya membenarkan mimpi tersebut. “(Pastor berkata) Pilihan ada di tangan kamu. Kamu bisa ikuti, bisa juga tidak. Saya tidak bisa memaksa.” Setelah itu, tekad Adjie Notonegoro untuk memeluk Kristen makin bulat.

Pilihan Adjie Notonegoro masuk Kristen didukung keluarga

Setelah Adjie Notonegoro masuk Kristen, tantangan selanjutnya adalah mengabarkan anak-anak. “Dengar suara Tuhan di hati saya, ‘kamu harus bicara dengan anak-anak’. Itu suatu tantangan,  saya percaya Tuhan baik jadi akan memberikan yang terbaik,” katanya.

Pria 59 tahun ini sudah siap dengan segala konsekuensi pilihan agamanya, termasuk jika anak-anak meninggalkannya. Tapi respons mereka di luar dugaan. “Walaupun anak-anak saya marah, meninggalkan saya, saya tidak akan mundur satu langkah pun untuk meninggalkanmu Tuhan. Begitu saya ngomong dengan anak-anak saya, dia cuman bilang ‘give me five pah, it’s okay pah sama saja’

Adjie bahagia, keluarganya ikut keyakinan barunya. “Yang hebat setelah saya ikut bersama Tuhan, enam atau tujuh bulan setelahnya semua anak saya sekeluarga ikut Tuhan, dan juga adik saya dan tante saya. Jadi saya pikir kalau satu orang diselamatkan, satu keluarga diselamatkan.”

Dia juga mengaku tidak pernah memaksa anak-anaknya untuk ke gereja. “Saya juga tidak pernah memaksa ke gereja. ‘Papa ngapain sih setiap minggu berangkat sendirian’, akhirnya mereka ikut mengantar saya. Dari yang tadinya main game sampai ikut nyanyi angkat tangan. Sampai semua anak saya dibaptis. Saya percaya sekali anak-anak saya takut akan Tuhan,” ungkap Adjie Notonegoro.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close