Trending

Miris layaknya ‘Joker’, ayah di Suriah ajari anaknya tertawa saat dengar bom

Kabar mengejutkan datang dari negara konflik, Suriah. Layaknya karakter ‘Joker’, ada seorang ayah yang saat ini mengajarkan anaknya untuk tertawa saat dengar bom.

Ajarkan anak tertawa saat dengar bom dilakukan si ayah untuk bisa meredam rasa trauma anaknya yang terlihat masih seusia balita tersebut.

Baca juga: Putus karena beda agama? El Rumi posting begini pasca Marsha Aruan dibaptis

Dalam sebuah video yang disitat melalui laman Instagram @infofavoritdunia pada hari Senin, 10 Agustus 2020, memperlihatkan si ayah yang tengah merekam kelakuan anaknya saat mendengar suara dentuman bom.

Di awal video yang mayoritas menggunakan bahasa Arab itu, ayah bertanya kepada anaknya, apakah suara gemuruh yang datang dari atap rumah tersebut merupakan bom atau hanya pesawat yang lewat.

“Itu pesawat atau bom ya?,” tanya si ayah dengan menggunakan mimik wajah penasaran yang juga dilihat sang anak.

“Bom,” jawab bocah balita itu.

Ekspresi tertawa sang balita. Foto: Instagram
Ekspresi tertawa sang balita. Foto: Instagram

Namun, bukannya ketakutan bocah balita perempuan ini wajahnya malah tampak mulai sumringah tanpa alasan yang pasti.

“Kita akan tertawa sebentar lagi…,” tambah sang balita.

Dan tidak berapa lama, suara dentuman yang terdengar kecil seperti bom pun membuat keduanya tertawa riang tanpa adanya rasa khawatir sedikit pun.

Beruntung, lokasi jatuhnya bom dengan rumah mereka tersebut sangat jauh jadi tidak membahayakan bagi keduanya.

“(DUUMMMM….!!)”

Sontak sang anak malah kegirangan dan tertawa lepas seperti tengah mendengar lelucon atau gurauan lucu yang dibuat oleh ayahnya.

“Lucu ya?,” kata si ayah.

“Ya, lucu banget!,” tawa si bayi.

Ilustrasi bom
Ilustrasi bom. Foto: Pixabay

Pro dan kontra

Sampai pada hari ini, video pendek yang sudah diupload pada hari Minggu kemarin sudah mendapat 30.892 like dari banyak netizen yang sudah menontonnya.

Namun, komentar para warganet nampaknya banyak yang berbanding terbalik dari ekspresi balita perempuan itu tunjukkan.

Ada yang berkata bahwa hal ini tidak etis, karena bisa mengajarkan anak tidak prihatin dengan keadaan sekitarnya. Seolah – olah musibah konflik sebenarnya hanya sebuah humor dan tidak dianggap serius.

Namun, ada juga yang bersuara, jika yang dilakukan sang ayah ada benarnya juga. Sebab usia balita memang usia yang rentan akan trauma dan penyakit mental. Ini bisa membuat si anak di kemudian hari saat dewasa menjadi takut akan konflik bersenjata bahkan suara bom. Jadi si ayah bisa meminimalisir hal tersebut dengan cara seperti ini.

Suriah memang kini tengah menjadi kawasan konflik akibat timbulnya perang saudara sejak tahun 2011. Presiden Suriah, Bashar Al – Assad dinilai otoriter sehingga banyak pihak berusaha untuk menggulingkan rezimnya. (CTH)

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close