Fit

Miris, wanita berhijab dipaksa turunkan celana saat di bandara

Pemeriksaan penumpang di bandara adalah hal yang biasa. Pemeriksaan tubuh wajib dilakukan sebelum penumpang menaiki pesawat. Hal itu harusnya dilakukan secara sopan dan tidak merendahkan martabat penumpang. Tapi, apa yang dialami oleh seorang wanita berhijab di bandara Amerika Serikat sudah kelewat batas.

Kejadian memalukan dialami oleh seorang wanita berhijab di bandara Boston. Peristiwa tersebut sesungguhnya terjadi pada 2018 silam. Tapi fotonya kembali jadi bahan perbincangan saat AS tengah mengalami pergolakan hebat akibat aksi rasisme akhir-akhir ini.

Baca juga: Kontroversi Evie Effendi, ustaz gaul yang ceramah pakai topi Yerusalem

Foto pemeriksaan di bandara tersebut diunggah ulang oleh akun twitter @naz3karim dari Instagram @justiceforgeorgefloyd, yang diunggah beberapa hari lalu.

Dipaksa menurunkan celana

Peristiwa memalukan itu menimpa Zainab Merchant warga negara AS yang merupakan lulusan Universitas Harvard. Saat tiba di bandara Boston, proses pemeriksaan yang harus dijalaninya lebih panjang dibanding penumpang lain.

Dari foto yang diunggah, terlihat Zainab digeledah seorang petugas imigrasi wanita. Di foto kedua, terlihat petugas tersebut berlutut membuka ikat pinggang yang dikenakan Zainab. Menurut keterangannya, dia dipaksa menurunkan celananya saat proses pemeriksaan.

Zainab Merchant diperiksa secara berlebihan di bandara Boston.
Zainab Merchant diperiksa secara berlebihan di bandara Boston. Foto: Instagram @justiceforgeorgefloyd

Bagian tubuh Zainab yang pribadi diraba di depan umum oleh petugas wanita tersebut. Tak hanya itu, Zainab yang saat itu sedang datang bulan diminta memperlihatkan pakaian dalamnya. Zainab sudah mengatakan dia sedang menstruasi, tapi si petugas malah mengancam akan menahannya. Zainab pasrah ketika si petugas menarik pembalut yang dikenakannya dan memeriksanya.

Dari foto terlihat jelas, wajah Zainab yang sedih dan tertekan. “Kejadian itu sangat traumatis. Mereka memeriksa semuanya hingga bra dan pakaian dalam saya. Pada saat itu, saya merasa benar-benar akan jatuh karena merasa malu,” ucap Zainab.

Dilansir dari Global News, Zainab sudah mengisi surat pernyataan keberatan atas hal yang dialaminya kepada otoritas bandara, namun belum membuahkan hasil.

Kini, untuk menghindari anak-anaknya melihat sang ibu mendapat perlakuan berbeda di bandara, Zainab selalu bepergian terpisah dari anaknya.

Dialami oleh banyak muslimah

Netizen yang membaca kisah Zainab merasa bersimpati dan menyayangkan kejadian tersebut. Beberapa dari mereka bercerita mengalami kejadian serupa.

Unggahan tentang Zainab.
Unggahan tentang Zainab. Foto: twitter

Seorang netizen bercerita pemeriksaan yang berlebihan juga dialami oleh ibu dan saudarinya. Tapi dia sendiri terhindar dari pemeriksaan itu karena tidak mengenakan hijab. “Saya menangis melihat perlakuan orang lain terhadap keluarga saya karena agama yang kami anut. Saya sedih mendapati kami diperlakukan seperti ini,” tulis akun @jmbang***

Akun @bas*** juga becerita kalau dia dan ibunya mengenakan hijab. Tiap kali mereka ke bandara, mereka diperiksa ekstra lama dan ketat di bawah detektor logam. Sementara anggota keluarga lain yang tidak mengenakan hijab tidak mengalami hal serupa. “Saya rasa itu tidak adil kami diperlakukan berbeda dari orang lain karena pakaian yang kami kenakan,” katanya.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close