Trending

Misteri suara dentuman di Jabodetabek terungkap, ini asal muasalnya

Beberapa waktu lalu, warga Jabodetabek dikejutkan dengan suara dentuman misterius. Alhasil suara dentuman misterius itu dipertanyakan banyak pihak perihal asal muasalnya.

Suara itu ramai diperbincangkan warganet hingga menjadi salah satu trending topic di Twitter. Mulai dari warga biasa hingga sejumlah publik figur memberi kesaksin soal suara dentuman misterius.

Baca Juga: Nyinyirin Ganjar soal makam petugas medis, Dokter Berlian minta ampun

Terkait hal ini, Volkanolog Institut Teknologi Bandung (ITB) Dr Eng Mirzam Abdurrachman, angkat bicara terkait fenomena ini. Menurut Mirzam, dia menduga jika suara dentuman misterius bisa terjadi salah satunya karena aktivitas magma dari suatu gunung api, akibat perpindahan magma secara tiba-tiba dari dapur magma ke lokasi yang lebih dangkal.

Letusan gunung anak krakatau Foto: Ist

Kejadian ini mengakibatkan terjadinya kekosongan dan ambruknya dapur magma dalam, sehingga menghasilkan suara dentuman misterius dan getaran di daerah sekitarnya.

“Fenomena ini sering juga disebut underground explosion, ini tidak selalu diikuti oleh suatu erupsi gunung api,” kata Mirzam Abdurrachman seperti disitat dalam siaran pers Humas ITB, Senin 13 April 2020.

Walau begitu, katanya, hipotesisnya masih perlu dikaji lebih mendalam dengan data kegempaan serta perubahan temperatur dan pelepasan gas dari gunung-gunung di sekitar Jabodetabek dan juga Gunung Anak Krakatau.

Analisanya sendiri datang berkaca pada peristiwa serupa yang terjadi di tiga gunung api di tiga negara yaitu, Gunung Api Miyakejima Jepang (tahun 2000), Gunung Piton de La Fournaise Pulau Reunion (tahun 2007), dan gunung di Kepulauan Mayotte Prancis (tahun 2018).

Sebelumnya, Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) menyebut suara dentuman misterius yang ramai dibahas di media sosial bukan berasal dari erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.

“Saya sudah konfirmasi petugas pos pengamatan, mereka tidak mendengar karena letusannya juga kecil,” kata Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api Hendra Gunawan.

Letusan anak Krakatau Foto: Ist

Menurut dia, erupsi gunung yang terletak di Selat Sunda dalam wilayah Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung itu hanya mengeluarkan semburan ketinggian berkisar 500 meter.

Ia menyebut letusan yang terjadi pada Jumat malam, 10 April 2020 juga bukan merupakan letusan eksplosif dan hanya semburan. “Biasanya dalam jarak dua kilometer, kedengaran hanya suara desis saja,” ujarnya pula.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close