Hobi

Bikin takjub, ternyata begini sistem kerja Mitsubishi Outlander PHEV

Sejak diluncurkan pada 2019 lalu, Mitsubishi Outlander PHEV hadir sebagai model kendaraan elektrifikasi dengan mengusung sistem Plug in Hybrid Electric Vehicle (PHEV).

Racikan teknologi plug in hybrid yang disematkan pada Mitsubishi OutlanderPHEV, terbilang cukup ciamik. Karena memiliki sistem penggabungan antara kerja mesin konvensional dengan motor listrik.

Berbeda dengan mobil hybrid yang mengandalkan motor listrik melalui sistem pengisian baterai konvensional. Teknologi plug in hybrid yang terdapat pada model Mitsubishi Outlander PHEV, mampu menggabungkan dua sistem pengisian tenaga baterai pada mobil.

Mitsubishi Outlander PHEV
Mitsubishi Outlander PHEV Foto: Mitsubishi

Pembedanya pada mobil hybrid biasa, sistem pengisian baterai menggunakan pengisian melalui kerja mesin maupun sumber tenaga lain mulai dari gulir roda ataupun memanfaatkan tenaga yang terbuang dari pengereman mobil. Sehingga tenaga baterai tidak bisa diisi menggunakan arus listrik langsung.

Mitsubishi Outlander PHEV merupakan kendaraan yang memanfaatkan kombinasi motor elektrik dan mesin bensin berkapasitas 2.4 liter yang memiliki output maksimal 99 kw dan torsi puncak 211 Nm.

Kepanjangan dari PHEV adalah Plug-in Hybrid Electric Vehicle, sistem hybrid di PHEV ini adalah baterai yang bisa diisi dengan mencolokkan listrik langsung ke mobil menggunakan charger. Sistem plug-in hybrid ini memungkinkan Mitsubishi Outlander PHEV melaju murni mengandalkan baterai saja. Tentunya dengan catatan, baterai selalu siap menyuplai daya ke motor listrik.

Mitsubishi PHEV saat pengujian mobil listrik
Mitsubishi Outlander PHEV saat melintas di bunderan HI Foto: Mitsubishi

Kapasitas baterainya 12 kWh yang bisa terisi dalam waktu 25-30 menit atau mencapai kapasitas baterai 80% dengan versi quick charging dengan menggunakan Quick Charger yang juga merupakan kelengkapan dari kendaraan ini.

Ada dua unit motor listrik pada Mitsubishi Outlander PHEV yang masing-masing tertanam di setiap sisi roda (depan dan belakang). Dua motor ini mampu menyumbang tenaga 164PS, sementara unit mesin bensinnya bisa menghasilkan tenaga 118 PS.

Jadi total tenaga yang mampu dihasilkan ke semua roda ketika mesin bensin dan motor listriknya digabungkan mencapai 200 PS.

Mitsubishi Outlander PHEV. Foto: MMKSI
Mitsubishi Outlander PHEV. Foto: MMKSI

Cara kerjanya terbagi menjadi tiga sistem, yakni pertama adalah EV Mode atau murni elektrik, di sini mobil dapat melesat menggunakan baterai yang menggerakkan motor listrik tanpa melibatkan mesin bensin. Jadi mobil akan terasa seperti mobil listrik tanpa ada suara mesin. Pada mode ini, Mitsubishi Outlander PHEV dapat melesat hingga 120 km/jam.

Kedua adalah Hybrid Mode, pada mode ini motor listrik tetap jadi penggerak utama namun mesin akan menyala untuk menjadi generator pengisian baterai. Di mana mesin bensin 2,4L akan menghasilkan listrik jika baterai lemah dan menambah tenaga saat mobil melaju dengan kecepatan tinggi atau menanjak.

Ketiga adalah Paralel Hybrid Mode, pada mode ini mesin bensin digunakan untuk menggerakkan mobil sekaligus juga mengisi daya baterai. Mode ini juga berfungsi pada saat kendaraan membutuhkan ekstra tenaga seperti menyalip pada kecepatan tinggi atau situasi lain yang membutuhkan akselerasi lebih cepat. Seketika mesin akan melaju dengan bantuan motor listrik yang menggerakkan keempat roda Mitsubishi Outlander PHEV.

Biasanya kondisi ini bekerja saat mobil berakselerasi atau sedang menghadapi tanjakan. Semua sistem ini bisa dipilih secara mandiri oleh pengemudi ataupun otomatis.

Mitsubishi Outlander PHEV ini juga sudah dibekali dengan sistem penggerak S-AWC (Super All Wheel Control) yang membuat SUV ini jadi lebih stabil dan juga aman. Ini merupakan sebuah sistem kendali terintegrasi yang menjadikan kendaraan ini aman untuk melintas di berbagai medan.

Kenyamanan di dalam kabin pun berkelas, dengan jok yang dibungkus oleh material kulit sehingga terlihat mewah. Kemudian adanya sumber listrik tambahan yang dapat digunakan oleh penumpang untuk mengisi ulang smartphone maupun laptop.

Mitsubishi Outlander PHEV tunjang kegiatan pencegahan COVID-19. Foto: MMKSI
Mitsubishi Outlander PHEV tunjang kegiatan pencegahan COVID-19. Foto: MMKSI

Mitsubishi Outlander PHEV berfungsi sebagai generator dari mesin hybrid

Mitsubishi Outlander PHEV ini memang memiliki keunggulan lain sebagai mobil plug-in hybrid, karena tidak hanya berperan sebagai alat transportasi ramah lingkungan, tetapi juga terdapat manfaat lain dari tenaga listrik yang tersimpan dalam paket baterai bawaan mobil.

Keunggulan berupa fitur discharging atau penyaluran kembali arus listrik pada mobil Mitsubishi Outlander PHEV, dapat mengeluarkan listrik hingga 1.500 Watt. Bahkan pada sebuah bencana badai salju di Jepang, melalui arus listrik dari Mitsubishi Outlander PHEV tersebut dapat digunakan untuk menyalakan peralatan rumah tangga selama 10 hari berturut-turut.

Bahkan, MMKSI juga kerap menghadirkan MItsubishi Outlander PHEV untuk membantu korban bencana di Indonesia. Seperti saat gempa di Sulawesi, bersama PMI mobil Mitsubishi Outlander PHEV ini digunakan sebagai sumber tenaga listrik untuk penerangan di area gudang bantuan darurat PMI yang belum ada pasokan penerangan.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close