Hobi

Berkah PPnBM, mobil bekas harga Rp200 juta banyak diburu konsumen

Penerapan PPnBM dari pemerintah tentu berdampak langsung pada penjualan mobil bekas di beberapa kota besar. Hingga membuat pedagang mobkas hanya bisa mengandalkan penjualan mobil bekas kelas menengah atas dengan harga di atas Rp200 juta.

Kondisi tersebut dinilai Afif sudah terjadi sejak penerapan PPnBM diberlakukan tahun ini, dimana terjadi penurunan penjualan model mobil khususnya mobi murah seperti LCGC yang sebelumnya banyak di buru konsumen.

Kelas konsumen mobil LCGC sendiri diperkirakan Afif telah berpindah dengan memanfaatkan program PPnBM yang diberikan pemerintah sehingga, mobil LCGC di pasar mobkas mati suri. Meski demikian penjualan mobil ini masih tetap ada dengan jumlah yang sangat sedikit.

Ilustrasi mobil bekas
Ilustrasi mobil bekas Foto: ist

Mobil paling banyak diburu konsumen di pasar mobil bekas Rp200 juta 

Jika disebut pasar mobkas banyak diburu mobil kelas menengah ke atas, sebagai pengganti mobil LCGC, diakui Afif jika hampir semua pedagang mobkas di kota Depok masih bertahan dengan penjualan mobil menengah ke atas.

“saat ini paling kita masih mengandalkan mobil kelas menengah ke atas dengan kisaran harga Rp200-300 juta,” ungkap Afif saat dihubungi Hops.id Senin 21 Juni 2021.

Beberapa mobil yang banyak dicari diantaranya mulai dari Toyota Kijang Innova, Honda CR-V, HR-V dan beberapa mobil lain dengan harga di atas Rp200 jutaan.

Penjualan mobil bekas
Ilustrasi pasar mobil bekas Foto: Unionleader

Pajak 0 persen pengaruhi pasar mobil bekas

Dari beberapa persyaratan yang telah dirancang pemerintah, pemberian pajak akan diberikan kepada kendaraan dengan tiga klasifikasi diantaranya mobil dibawah 1.5 liter, berpenggerak 4×2 dan memiliki komponen lokal 70 persen.

Dengan tiga syarat tersebut, Bebin menilai merupakan model kendaraan dengankelas menengah kebawah yang pangsa pasarnya cukup besar. Adanya kebijakan pajak 0 persen melalui PPnBM dengan pemberian tiga tahapan insentif selama tiga bulan berpengaruh pada harga mobil.

Karenanya dengan penurunan harga tersebut, akan berdampak langsung pada pasar mobil bekas khususnya kelas menengah ke bawah seperti model Avanza, Xpander, Ertiga, Honda Brio di pasar mobil bekas.

Bebin juga menjelaskan jika dirinya berani memprediksi pasar mobil bekas berdasar sumber dari pedagang mobkas jika kondisi pasar kendaraan bekas model menengah kebawah akan terkena dampak langsung.

Penjualan mobil bekas
Ilustrasi mobil bekas Foto: Unionleader

Pasar mobkas andalkan cara ini di tengah gempuran PPnBM

Dampak PPnBM bagi pengusaha mobil bekas tentu berdampak langsung namun, sisi lain masih bisa bertahan dengan beberapa program yang dimiliki, salah satunya program trade in.

Dengan demikian diler mobil bekas Autovalue mengaku banyak menerima konsumen yang ingin melakukan tukar tambah mobil, di tengah penerapan PPnBM dari pemerintah yang cukup menarik minat konsumen atau pemilik mobil Suzuki.

Konsumen yang melakukan trade ini sendiri, merupakan pemilik kendaraan Suzuki yang ingin mengganti mobilnya selama pemberlakuan PPnBM dari pemerintah. Penurunan harga untuk model terbaru justru dijadikan peluang konsumen yang ingin memperbaharui model mobilnya.

Bahkan beberapa konsumen dinilai melakukan trade untuk memperbaharui tahun produksi mobil lamanya dengan mobil tahun produksi baru menggunakan program trade in yang telah ada di diler mobil bekas Autovalue.

“Dampaknya tak besar. Pedagang mobil bekas melihat konsumen tukar tambah naik, sehingga menjadi supply untuk pedagang,” kata Head of Business Development PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Hendro Kaligis secara virtual.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close